Manajemen Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Tabanan meningkatkan keamanannya untuk mengantisipasi aksi teror pasca bom Sarinah di Jalan Thamrin Jakarta.
Pengamanan pun tidak luput dari pengecekan tiket dan bawaan wisatawan. Sejumlah wisatawan nusantara mengaku nyaman berkunjung ke Tanah Lot. Mereka mengaku tak terganggu meski harus menjalani pemeriksaan dari petugas.
“Kami berharap Tanah Lot tetap aman, pengunjung merasa aman dengan peningkatan pengamanan ini,” ujar Ketut Toya Adnyana, Manajer Operasional DTW Tanah Lot.
Toya menyatakan bahwa kunjungan ke Tanah Lot setelah peristiwa mencekam di Jakarta tersebut tidak berubah. Kunjungan masih normal seperti hari-hari biasanya berkisar 7.000 hingga 10.000an saat weekend. Kunjungan wisatawan asing juga masih tinggi.
Tenaga keamanan di Tanah Lot mencapai 50 orang, termasuk pecalang. Tenaga keamanan yang terdiri dari security, checker, dan pecalang ini dibagi menjadi tiga shift sehingga berjaga selama 24 jam.
“Sebagai bentuk pencegahan, security periksa kendaraan pengunjung menggunakan metal detector,” tambahnya kepada Nusabali, Rabu (20/1).
Selain adanya personel keamanan, kamera pengintai atau CCTV juga turut membantu yang dipasang di 21 titik strategis di daerah wisata tanah Lot.
Toya mengakui bahwa hingga saat ini belum ada bantuan personel yang berjaga khusus di pintu masuk maupun pintu keluar di DTW Tanah Lot. Namun, pihak intelijen sudah pernah turun ke Tanah Lot dan meminta manajemen DTW untuk meningkatkan pengamanan.
“Dengan arahan dari kepolisian, kami sudah berbenah dengan memanfaatkan metal detector di tall gate (tempat pembelian tiket masuk) serta Pos Checker,” tuturnya.
(nus/nei)









