Pada Minggu (13/03) siang, warga Desa Adat Legian, Kuta, Bali menggelar demonstrasi penolakan Reklamasi Teluk Benoa. Selain warga Legian sendiri, penolakan juga disuarakan oleh kelompok pelawak Bali dari berbagai paguyuban seni kreatifitas lawak.
Kelompok pelawak Bali yang menamakan dirinya Semeton Pemuda Lawak Bali, diwakili oleh I Wayan Mulyada (34) atau yang lebih akrab disapa Inguh 87. Ia menyatakan dukunganya untuk penolakan tersebut sebagai kepeduliannya terhadap Bali.
Menurutnya, saat ini Bali telah dipadati oleh orang-orang yang dalam pemerintahan atau investor yang ingin mengambil keuntungan di Bali, tanpa memperhitungkan dampaknya ke depan.
“Mereka hanya ingin menghisap sari Bali, tanpa berpikir bagaimana Bali ke depannya,” terangnya.
Mereka bersama warga Legian sepakat untuk bersatu menolak reklamasi Teluk Benoa.
“Kita perlu bergerak, menghimpun dukungan untuk menyatakan menolak. Banyak faktor yang membuat kami dari grup lawak menolak,” imbuhnya, seperti dikutip dari Tribun Bali.
Dalam demonstrasinya, mereka juga membangkitkan motivasi para pejuang penolak reklamasi, dengan memberikan beberapa lawakan. Selain itu, teman-teman juga terhibur. (tri/nei)









