© archive.kaskus.co.id

Rendaman air dikeluhkan lima kepala keluarga (KK) di Banjar Dinas Labak, Desa Anturan, Buleleng, Bali. Pasalnya rendaman ini telah berlangsung sejak lima hari lalu.

Keluhan ini disampaikan salah satu warga Kadek Suladra (40), yang menyatakan bahwa air setinggi 30 sentimeter telah merendam rumahnya selama lima hari ini. Rendaman ini berasal dari air telabah (parit) yang meluber karena tidak ada saluran pembuangan.

“Sudah lima hari ini karena air telabahnya yang meluap. Padahal nggak ada hujan,” keluhnya, Rabu (30/03).

Ia menambahkan, ketinggian air menjadi semakin tinggi jika menjelang malam hari.

“Kalau malam lebih tinggi lagi, kalau siang begini lebih mendingan,” imbuhnya.

Menurutnya, banjir seperti ini selalu terjadi setiap tahun pada musim hujan. Apalagi melihat lokasi rumahnya yang berada di dataran rendah daripada parit.

Ia khawatir akan wabah demam berdarah (DB) jika masalah rendaman air ini terus menerus berlangsung dan tidak segera diselesaikan.

Kasus ini pun ditanggapi oleh Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Anturan, Wayan Suastika. Ia mengatakan bahwa pihak desa akan melakukan normalisasi drainase dengan menyambung parit yang berada di selatan pemukiman.

Pembangunan drainase sepanjang 200 meter ini akan menggunakan alokasi dana desa (SDD), seperti dikutip dari Tribun Bali.

“Rencana tahun ini akan kita buat, kita baru merancang masih belum tahu berapa nanti habis biayanya. Penanganan memang harus bikin sodetan dulu karena daerah lembah di sana,” tandasnya. (tri/nei)