Kekhawatiran warga terhadap mewabahnya air minum isi ulang diungkapkan salah satu warga asal Banjar Pande, Semarapura, Klungkung, Laksmi. Ia memilih menggunakan air minum dalam kemasan karena kualitasnya lebih terjamin.
“Sebenarnya saya khawatir dengan air minum isi ulang yang bebas dijual di Klungkung. Apakah semuanya sudah rutin dicek kesehatannya oleh dinas terkait? Belum lagi di medsos banyak informasi kurang bagus tentang air minum isi ulang,” ujar Laksmi ketika ditemui di Lapangan Puputan, Klungkung, Bali, Rabu (22/03).
“Saya harap pemerintah lebih ketat terhadap pengawasan kualitas air, terutama air minum. Karena kulitas air tentu menjadi cermin kesehatan masyarakat suatu daerah,” imbuhnya.
Menurut keterangan Kadiskes Kesehatan, Adi Swapatni, memang hingga kini belum ada uji laboratorium terhadap kualitas air minum isi ulang di Klungkung.
“Khusunya untuk air minum isi ulang, sampai saat ini kita memang belum perah melakukan uji laboratorium,” jelas Kadiskes Kesehatan, Adi Swapatni ketika dimintai konfirmasi melalui telepon, Selasa (22/03).
Pihaknya tidak menyangkal jika permasalahan kualitas air di Klungkung memang menjadi kewenangannya, seperti dikutip dari Tribun Bali.
“Kalau permasalahan kualitas air memang di kami, kedepannya kita akan lakukan uji laboratorium terhadap air isi ulang di Klungkung,” ungkap Adi Swapatni. (tri/nei)









