© suaradewata.com

Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) telah berhasil membuat akses jalan bagi 50 Kepala Keluarga (KK) yang ada di kawasan Banjar Dinas Puncak Sari, Desa Gerokgak, Buleleng pada Kamis (31/03).

Menurut keterangan Perbekel Gerokgak, Putu Mangku, pembangunan akses jalan ini berawal saat sang pemilik tanah tidak memberikan izin bagi jenazah warga di Banjar Dinas Puncak Sari yang ingin melintas.

Keberatan ini memang terkait dengan kepercayaan atau adat istiadat dilakukan terhadap tanah milik pribadi yang harus dibuatkan upacara khusus sebelum dan sesudah dilintasi oleh jenazah. Hal ini lah yang membuat upacara menelan biaya yang cukup besar.

Selain adanya permasalah perlintasan jenazah tadi, keberadaan sebuah tempat suci milik ‘Dadia’ atau Kelompok warga yang masih memiliki ikatan kekeluargaan. Setiap kali akan melakukan upacara, mereka harus melewati saluran irigasi.

“Bukan hanya jenazah dan ketika ingin sembahyang ke Pura, tapi ketika menjual hasil pertanian dari masyarakat yang sebagian besar sebagai petani pun harus dilakukan manual. Sebab kendaraan tidak dapat masuk ke areal pertanian untuk mengangkut hasil panen,” terang Mangku kepada Suara Dewata.

Permasalahan pengangkutan hasil panen tersebut nantinya akan mempengaruhi pendapatan warga, yaitu beban ongkos yang harus dikelurkan warga untuk mengangkut manual hasil panen.

“Dengan keberadaan TNI yang membuka akses, masyarakat sangat merasa senang dan berterima kasih karena sebelum dibuka jalan ini masyarakat betul-betul merasa kesulitan dan terisolir karena tidak ada jalan,” tandasnya. (sua/nei)