Kepala Otoritas Pelabuhan Penyeberangan (OPP) Gilimanuk, Arif Muljanto menjelaskan beberapa alasan terjadinya antrean kendaraan di Pelabuhan Penyeberangan Ketapang selama beberapa pekan terakhir.
Antrean terjadi beberapa waktu lalu diakibatkan adanya liburan Hari Nyepi pada Rabu (09/03), yang semakin meningkat sekita masuk akhir pekan. Selain itu, menurutnya antrean juga disebabkan adanya Maklumat Pelayaran (Mapel) Nomor 182 tentang Keselamatan Pelayaran oleh Kementerian Perhubungan RI.
Dalam Mapel tersebut, terdapat larangan kapal Landing Craft Tank (LCT) untuk mengangkut penumpang. Karena itulah antrean bertambah.
Melihat kondisi tersebut ia akan menerapkan sejumlah solusi. Yang pertama, dengan mempercepat proses pencatatan atau manifest kapal serta memaksimalkan waktu pengguna jasa penyeberangan mulai dari masuk pelabuhan hingga saat proses penyeberangan.
Solusi kedua, adalah dengan menerapkan pola satu kapal dengan delapan trip per hari untuk mempercepat proses penyeberangan. Solusi kedua ini dapat memaksimalkan penyebrangan yang selama ini terhambat karena pemberlakuan Mapel 182.
Sebelum penerapan solusi tersebut, pihaknya hanya mengoperasikan satu kapal penyeberangan dengan dua sampai lima trip per hari. Setelah penerapan, terbukti masalah dapat diminimalisasi.
Melansir dari Tribun Bali, dengan pola tersebut, antrean kendaraan yang sebelummya mencapai sembilan kilometer dari mulut pelabuhan, sampai Rabu (16/03), sudah terurai menjadi 1 kilometer saja.
“Saya tak berani berkomentar tentang wacana pembangunan jembatan di Selat Bali oleh Bupati Banyuwang itu. Buktinya, tidak ada jembatan pun, arus penyeberangan sudah normal kembali. Kemarin terjadi krodit karena kami masih mempelajari pola yang tepat setelah diberlakukannya Mapel 182,” tutup Arif melalui telepon, Rabu (16/03).








