Kedubes Amerika Serikat mengabarkan bahwa Bali masih berpotensi diserang kelompok teroris. Kabar tersebut disampaikan kepada Jajaran Polda Bali. serangan tidak hanya ditujukan kepada personil kepolisian, namun juga warga asing dan usaha milik Amerika dan sekutunya.
Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Hery Wiyanto membenarkan masuknya informasi dari Kedubes AS tersebut. Infromasi tersebut dikatakannya sudah lama dan jajaran Polda Bali akan terus meningkatkan kewaspadaan.
“Polda Bali akan terus meningkatkan kewaspadaan, baik itu peningkatan patroli dan razia ditempat kos kosanya,” terangnya, Selasa (12/04).
Untuk mengantisipasi aksi teroris tersebut, pihaknya telah sering melakukan razia gabungan yang dikoordinasikan dengan Desa Pakraman setempat. Dari koordinasi tersebut pihaknya dapat terbantu untuk mengidentifikasi para pendatang atau penghuni kos di Bali.
“Kapan waktunya ancaman itu terjadi, kita kan tidak tahu dan Polda Bali sendiri akan terus gencar melakukan pengamanan. Jangan sampai lengah, harus tetap waspada,” tegas mantan Kabid Humas Polda Bengkulu ini.
Prioritas pengamanan akan ditujukan di tempat-tempat wisata, warga asing, dan tempat usaha milik Amerika. Begitu juga dengan hotel, tempat hiburan, Mall, rumah ibadah, bandara, tempat keramaian, dan lainnya, seperti dikutip dari Berita Bali.
“Kepolisian tidak bisa bekerja sendiri tanpa ikut serta dari masyarakat. Apabila masyarakat mencurigai sekelompok orang, segera melaporkan ke polisi terdekat,” tandasnya. (ber/nei)









