Ada dana target sebesar Rp120 triliun dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada tahun ini yang belum tersalurkan. Hal tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan setiap pihak, khususnya pelaku di sektor Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) di provinsi Bali.
“Itu karena bunganya sudah murah, prosedurnya mudah, ada jaminan untuk usahanya itu sendiri. Saya kira bisa dimanfaatkan oleh semua UMKM,” ujar Asisten Deputi Bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Kementerian Koordinator Perekonomian, Agus Heri Susanto, Selasa (29/03).
Menurutnya, realisasi pencairan dana telah mencapai Rp8 triliun dalam sebulan terakhir. Ia optimis target pencairan dana KUR akan dapat tercapai dapat tahun ini.
“Di bulan Januari sampai Maret 2016 saja suda mencapai Rp28 triliun. Sasarannya masih difokuskan pada UMKM saja,” lanjutnya saat ditemui dalam Workshop Sistem Informasi Program (SIKP), di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali.
Ia menerangkan, hingga saat ini Jawa Timur menjadi provinsi pertama yang telah merealisasikan penyaluran dana KUR dengan baik. Diikuti Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatra Utara Sulawesi Selatan. Sementara Provinsi Bali menempati urutan keenam, seperti dikutip dari Tribun Bali.
“KUR ini lebih banyak dimanfaatkan usaha mikro. Usaha mikro ini bisa mencapai 58%. Kalau yang retail sekitar 42%,” ujarnya. (tri/nei)









