Seseorang butuh bantuan © intisari-online.com

Suryani Institute mencatat kasus bunuh diri mencapai 113 kasus di Denpasar Bali untuk tahun 2015. Untuk lima tahun terakhir, dari 2010 hingga 2015 kasus bunuh diri mencapai 671 kasus.

Pada Rabu kemarin (30/12), kasus bunuh diri telah berhasil dilakukan oleh I Wayan Suarsana (30), pria asal Banjar Kembang Merta, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Tabanan. Di hari yang sama, bunuh diri juga dilakukan Ni Nyoman Doli (48), istri dari Anggota DPRD Jembrana.

Suarsana memilih mengakhiri hidupnya dengan gantung diri, karena hubungannya dengan sang pacar merenggang. Padahal tahun depan mereka telah berencana menikah. Sedangkan Doli diduga stres dan frustasi akibat penyakit stroke yang dideritanya.

Di Bali, sebanyak 80 persen korban bunuh diri memilih dengan cara gantung diri. Selain karena depresi, frustasi juga menjadi penyebab korban bunuh diri. “Kedua faktor itu memantapkan tekad mereka untuk bunuh diri sebagai jawaban dari segala pemikiran dan kondisinya,” jelas Psikiater, Prof. Dr. Luh Ketut Suryani kepada tribunbali.

Korban beranggapan gantung diri merupakan cara paling efektif dan simpel untuk mengakhiri hidup. Padahal ini adalah perbuatan dosa yang tidak dibenarkan oleh ajaran agama. (tri/nei)