Management Hotel Santika Siligita Nusa Dua Bali mengadakan acara Dharma Wacana untuk mengenalkan serta memberikan pemahaman makna Catur Brata Penyepian saat Hari Raya Nyepi kepada karyawan.
Acara tersebut diadakan di Ruang Meeting Hotel Santika Siligita Nusa Dua, Badung, Bali, Senin (07/03) lalu dan dipimpin oleh Ida Bagus Purwa Sidemen S.Ag.
Ia menjelaskan bahwa banyak dari mereka yang belum paham makna yang tersirat di balik Catur Brata Penyepian. Selain membahas soal perayaan Nyepi, pembicara juga membahas mengenai Tri Hita Karana yang hampir tidak diterapkan oleh beberapa kalangan.
“Kita hidup di Bali, jadi harus menghormati adat istiadat budaya Bali. Dan saya juga sangat mendukung kegiatan ini. Beliau juga berencana akan mengadakan kegiatan yang bersifat rohani pada ulang tahun yang ke-4 mendatang agar lebih ingat kembali bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa,” jelas General Manager Hotel Santika Siligita Nusa Dua Bali, Nugroho Widiharso, seperti dikutip dari Tribun Bali.
Seperti diketahui umat Hindu, Catur Brata Penyepian yang merupakan empat pantangan yang harus dijalankan selama Nyepi ini memiliki empat bagian, diantaranya Amati Geni yang berarti tidak boleh menyalakan api, Amati Karya yang berarti tidak boleh bekerja, Amati Lelungan yang berarti tidak boleh bepergian, dan Amati Lelanguan yang berarti tidak boleh berfoya-foya. (tri/nei)













