Ekspor Bali ke Australia Tertinggi, Naik 17,64% balitoday

Ekspor berbagai jenis cinderamata berbahan baku anyaman bambu khas Bali meraih devisa sebesar USD812.531 pada bulan Februari 2016. Angka ini meningkat jika dibanding bulan Januari yang tercatat sebesar USD588.556.

“Namun perolehan devisa tersebut turun 17,37% dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya (Februari 2015) yang tercatat mengantongi sebesar USD983.388,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Ir. Adi Nugroho MM di Denpasar, Selasa (26/04).

Sementara dari total nilai ekspor Bali, cinderamata dari bahan anyaman memberikan kontribusi sebesar 2,01%, yaitu USD40,33 juta. Nilai ini meningkat 11,44% dibanding bulan sebelumnya USD36,19 juta.

Ia menerangkan bahwa pasaran Amerika Serikat adalah yang paling banyak menyerap komoditas anyaman khas Bali ini. Dengan besar 28,98%, disusul Spanyol dengan 15,20%, Perancis 7,70%, Jepang 6,97%, Australia 2,91%, China 3,31%, Hong Kong 0,03%, Italia 1,05% dan Jerman 3,20%, dan sisanya 30,35% menyebar di beberapa negara di dunia.

Mewartakan dari Okezone, hasil ini disebabkan sentuhan kerajinan tangan perajin bali ini, sangat diminati oleh konsumen mancanegara. Begitu juga dengan aneka jenis patung yang unik, khas dan menarik yang dibuat dari akar bambu. Karya seni ini menambah pesatnya perolehan devisa. (oke/nei)