Terletak di balik tebing di perbukitan Nusa Penida, mata air Guyangan menjadi sumber air utama masyarakat sekitar. Mata air ini memiliki debit air terbesar kedua setelah mata air Penida, namun sekitar 70% airnya mengalir ke laut dan belum dapat dimanfaatkan masyarakat.
Selain sebagai sumber air utama warga Nusa Penida, wilayah ini juga menyimpan keindahan sebagai salah satu tempat wisata yang digemari wisatawan Bali.
I Dewa Gede Karismana contohnya. wisatawan asal Bali ini mengakui pemandangan Guyangan sangatlah menawan. Meskipun butuh perjuangan keras untuk mencapai tempat wisata, semuanya terbayar setelah melihat panorama air terjun dan lautan biru di seberang.
“Petualangan, tantangan dan keringat bercucuran dihapus dengan segarnya air sambari melihat lautan biru. Sensasi luar biasa seperti berada di kolam hotel bintang lima, “ ujarnya.
Mata air Guyangan ini terbentuk secara alami oleh alam. Lokasinya berada di Banjar Guyangan, Desa Batukandik, 25 kilometer dari Pelabuhan Nusa Penida.
Untuk sampai di lokasi, wisatawan harus melewati ratusan anak tangga menuju mata air. Jalan yang menurun dengan jarak tempuh 150 meter menyajikan pengalaman sekaligus memacu adrenalin para wisatawan.
Setelah berada dekat dengan lokasi, akan terdengar deburan ombak yang sangat keras. Hal ini menambah indah petualangan menuju sumber mata air.
Seperti dilansir balipost.com, Perbekel Batukandik, I Wayan Katon, menuturkan bahwa tempat ini memiliki pemandangan yang indah meski tergolong menantang untuk mencapainya.
“Tempat wisata ini menantang, tapi pemandangan sangat luar biasa. Pemandangan komplit, mandi di kolam menatap biru laut menjadi momen tidak terlupakan bagi pelancong,” ujarnya. (blp/fal)








