Darah rawan longsor © www.andikafm.com

Masyarakat Bangli terus dihimbau untuk tetap waspada akan datangnya bencana yang dapat terjadi di tengah tingginya intensitas hujan ditambah angin kencang pada beberapa hari terakhir ini. Hal ini disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangli.

Sesuai pemetaan wilayah, BPBD Bangli menyampaikan, bencana tanah longsor kemungkinan akan rawan terjadi di Kecamatan Susut. Sedangkan pohon tumbang paling rawan terjadi di Kecamatan Kintamani.

Hal ini dikonfirmasi oleh Kepala BPBD Bangli, Wayan Karmawan didampingi Kasi Kedaruratan dan Logistik, Ketut Agus Sutapa, daerah rawan bencana pohon tumbang sebenarnya dapat terhadi di seluruh wilayah Bangli, namun yang paling di rawan dan menjadi atensi BPBD Bangli yakni kecamatan Kintamani.

Prediksi dari BMKG juga menunjukkan bahwa intensitas hujan tinggi sering dialami wilayah Kintamani. Titik terawan terjadi di sepanjang jalan melalui kawasan hutan Penulisan hingga Buleleng serta daerah Suter dan Karangasem.

“Kintamani merupakan daerah rawan bencana dari semua musim. Karena itu, memasuki musim penghujan kami sudah melakukan koordinasi dengan dinas perhutanan. Karena kami tidak bisa sembarangan memangkas pohon tanpa ada izin terlebih dahulu,” ujar Karmawan, seperti dikutip Suaradewata.

Pantauan yang dilakukan pihaknya juga menunjukkan banyaknya banyak pohon besar tengah dalam kondisi rapuh diruas jalan tersebut.

Sedangkan titik rawan tanah longsor, Agus Sutapa memperkirakan terjadi di wilayah Susut, tepatnya Desa Demulih. Hal ini dikarenakan kondisi tanah yang labil. Selain desa Demulih, jalur desa Belancan dan Bayunggede juga menjadi atensi longsor.

“Untuk Bayunggede dan Blancan tidak sesering Demulih. Hanya beberapa kali saja pernah mengalami longsor,” tambah Agus.

Dari musim penghujan kali ini, bencana tidak menimbulkan korban jiwa. Meskipun kerugian material yang dialami cukup besar, yang meliputi rumah warga maupun fasilitas publik.

(sua/nei)