Terjebak di lift ©

Sabtu sore tadi (23/1), Seorang wanita petugas operator Radio Publik Kota Denpasar (RPKD terjebak dalam lift kantor Wali Kota Denpasar, Bali. Kejadian yang terjadi pada pukul 14.30 WITA ini berhasil ditangani Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar dengan cara membongkar pintu lift.

Kadek Sri Wahyuni (24), warga asal Desa Payangan, Kabupaten Gianyar ini berteriak minta tolong sekencang-kencangnya saat terjebak dalam lift tersebut, sembari menggedor-gedor pintu lift.

Dengan air mata yang menetes dan badan yang bergetar, dia berusaha tenang dan mencoba menelpon salah satu temannya.

Hingga 30 menit berselang, petugas dari Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar datang untuk membongkar lift tersebut.

Selama 10 menit para petugas mencoba membongkar lift dengan menggunakan sejumlah besi dan kayu.

Bambang Hariadi, yang juga bekerja selaku petugas penyiar mengatakan bahwa hal ini bukan hanya kali ini saja terjadi. Sebelumnya telah terjadi sebanyak tiga kali kasus terjebak di lift.

“Sudah tiga kali. Pertama pada percobaan awal-awal adanya lif itu. Yang kedua pada Desember kemarin. Trus yang terakhir sekarang. Kalau yang sebelumnya sempat kejebak, tapi gak terlalu lama dan gak sampai di bongkar pintunya,” ujarnya.

Sedangkan ini merupakan pengalaman pertama Sri Wahyuni terjebak di dalam lift.

“Saya benar-benar panik tadi. Badan saya bergetar terus. Tadi sempat teriak-teriak. Gak tau gimana tadi rasanya pokoknya saya benar-benar ketakutan sambil menangis. Saya tekan tombol gak mau juga, trus akhirnya saya telepon teman, untung ada sinyal,” ungkapnya.

(tri/nei)