Banjir bandang © www.balitbang.kominfo.go.id

Banjir bandang yang meluluhlantahkan beberapa desa di Buleleng membuat pemerintah Provinsi Bali turun tangan. Salah satunya Wakil Gubernur Bali, I Ketut Sudikerta yang mengunjungi tempat kejadian tanah longsor di Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng pada Senin (25/1).

Sudikerta menjelaskan penyebab terjadinya bencana alam banjir bandang dan tanah longsor di Kecamatan Gerokgak ini adalah illegal loging atau penebangan pohon liar di hutan. Hal ini dibuktikan dengan gelondongan kayu yang hanyut dan merusak sejumlah fasilitas penghubung seperti jembatan serta bangunan pura di kawasan Desa Banyupoh.

Dirinya pun menambahkan, penyebab bencana longsor adalah proses yang melahirkan hujan dalam curah tinggi. Air laut yang menguap dan terbawa angin lalu turun ke perbukitan dan menyebabkan hujan dalam volume yang besar.

Adanya tanah kering di perbuktikan yang mendadak terkena air dalam jumlah besar, akan mengakibatkan tanah jebol lalu munculah longsor dan banjir bandang.

“Persoalannya tidak sebatas illegal loging yang sangat kecil berpotensi menyebabkan banjir bandang. Tetapi karena memang faktor hujan yang datang dari alam serta sangat sulit bisa dideteksi,” ujarnya kepada Suaradewata.

(sua/nei)