Jembatan © www.akriko.com

Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta meminta Balai Pelaksana Jalan Nasional Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat agar segera melakukan pemeriksaan terhadap kondisi jembatan-jembatan yang termasuk di dalam jalan nasional. Hal ini untuk mengantisipasi terulangnya kejadian putusnya jemabatan Tukadaya Sabtu lalu (23/1).

“Saya ingin nantinya semua jembatan itu diperiksa kondisinya, supaya tidak terjadi lagi seperti ini apalagi di musim penghujan saat ini, ini memberikan dampak yang besar karena truk – truk pengangkut barang itu jadi terhambat, dan tadi saya sudah duruh mereka lewat jalur singaraja pupuan,” ungkapnya saat melakukan peninjauan di lokasi kejadian di Desa Dangin Tukad Aya, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana, seperti dilansir Beritabali, Senin (25/1).

Selain itu, Sudikerta pun meminta kesediaan masyarakat untuk turut membantu penanggulangan bencana tersebut.

Masyarakat juga dihimbau agar turut berpartisipasi dalam menanggulangi bencana tersebut. “Saya berharap kepada masayarakat untuk turut serta membatu kita dalam menanggulangi masalah ini seperti memberikan lahannya untuk digunakan sebagai jalur alternatif sembari menunggu pengerjaan jembatan darurat yang akan dilakukan oleh balai Jalan Nasional,” ujar Sudikerta.

Keterangan dari Kepala Satuan Kerja Balai Jalan Nasional Kementerian PU Pera, Nusakti Yasa Wedha menjelaskan faktor yang menyebabkan jembatan Tukadaya roboh. Penyebabnya adalah struktur jembatan yang masih menggunakan teknologi lama ditambah dengan hantaman air bah dari sungai Kladian (Tukad Kladian) yang menyebabkan pondasi jembatan tergerus.

Saat ini pihaknya telah mendatangkan jembatan darurat dari Mojokerto yang diperkirakan akan sampai di lokasi dalam waktu 5 hari dengan masa pembuatan 14 hari. Sedangkan jembatan permanen sendiri diperkirakan akan selesai dalam waktu 6 bulan.

(ber/nei)