Perubahan tarif yang telah diberlakukan oleh PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) membawa dampak yang sangat besar. Perusahaan tersebut berhasil menghemat biaya sebesar  Rp30 triliun.

Hal tersebut seperti yang diungkapkan oleh Direktur Utama PLN Sofyan Basir. Menurutnya penghematan subsidi sebesar Rp30 triliun itu dikarenakan adanya perubahan tarif, serta pergeseran penggunaan diesel menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dan Pembangkit listrik Tenaga Gas (PLTG).

“Pertama, perubahan tarif. Pergeseran diesel ke PLTU, PLTG, kan ada efisiensi. Selain ada penurunan tarif, karena bbm turun,” jelas Sofyan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa, 8 September 2015.

Dilansir dari metrotvnews.com, Sofyan menjelaskan penghematan subsidi ini bukan lantaran konsumsi listrik di masyarakat mengalami perlabatan. Pasalnya, Ia mengungkapkan konsumsi listrik di masyarakat tumbuh dengan baik. Begitu pun untuk industri, namun pertumbuhan konsumsi industri tidak sebesar tahun lalu.

Sampai akhir tahun, Sofyan menyebutkan, ada tambahan pada konsumsi listrik sebesar 200 megawatt (mw) sampai 300 mw. “Kita berharap ada tambahan 200-300 mw dari PLTG ke energi lain. Tambak Loro masuk, Medan sudah ada,” ujar dia.

Dengan begitu, Ia mengungkapkan akan menambah efisiensi lebih dari Rp10 triliun. “Bisa lebih, dari awal Januari, berkisar Rp20 triliunan. Jangan salah,” pungkas dia. (met/end)