Nenek dengan nama unik @BBC

BALITODAY.NET – Nama bisa diartikan sebagai sebuah harapan agar nantinya bisa menjadi lebih baik. Namun di Bali, ada nama yang justru identik dengan kematian.

Seperti yang kita ketahui, Pulau Seribu Dewa ini memiliki banyak sekali kebudayaan dan adat-istiadat yang sudah ada sejak zaman leluhur.

Dari situ kemudian timbul mitos-mitos menarik yang bermunculan di lingkungan masyarakat Bali. Bahkan menurut kepercayaan Bali, ada beberapa nama yang justru menyeramkan.

Baca Juga: 9 Potret Keseruan Presiden Jokowi Bermain Bersama Sang Cucu

Para dewata diyakini punya daftar nama orang-orang yang akan dipanggil ke kehidupan setelah kematian. Salah satunya nama tersebut dimiliki oleh seorang nenek di Pekutatan, Bali.

Menurut pengalaman cerita seseorang dari situs BBC yang dikutip BALITODAY, hanya dengan memanggil nama perempuan ini, bisa memberi tahu para dewata bahwa mereka telah ‘melupakan’ seseorang.

Dia lahir di Bali pada masa kelahiran tak dicatatkan secara akurat, bisa jadi sekitar 80 tahun lalu. Dirinya sebenarnya sempat mendapat kartu identitas, namun kartu itu sudah lama hilang, dan tidak terpikir lagi untuk menggantinya. Kini, semua warga desa hanya memanggilnya dengan sapaan ‘Nenek’.

Seperti orang tua pada umumnya, Nenek mengalami kesulitan dalam mendengar dan berkomunikasi. Bahkan ia hanya bisa berbicara menggunakan bahasa daerah setempat yang semakin memperhambat komunikasinya dengan orang lain terutama luar Bali. Beruntung, Nenek memiliki keluarga yang begitu menyayanginya.

Baca Juga: Ternyata Instagram Bisa Bikin Depresi dan Gangguan Makan, lho!

Ada Sudana yang merupakan anak dan Ketut menantunya. Tidak seperti Nenek, keluarganya memiliki nama yang normal seperti pada umumnya. Namun ada keunikan lainnya dari latar yang dimiliki keluarga Nenek.

Nenek merupakan ibu Sudana namun tidak terikat secara biologis alias bukan ibu kandung. Perempuan penyuka kue manis tersebut tak pernah punya anak laki-laki, dan anak tunggalnya yang perempuan, pindah ke timur Bali saat menikah.

Saat suaminya meninggal beberapa tahun lalu, dia tidak punya seorang pun untuk mengurusnya di masa tua.

Dengan tradisi khas orang Bali, orang tua Sudana (yang punya beberapa anak) dan tinggal di dekat situ, memberikannya ke Nenek untuk dibesarkan sebagai anak.

Sudana dan Ketut sendiri memiliki dua orang anak perempuan bernama Ayu dan Kadek. Namun, hanya Kadek lah yang merupakan anak biologis pasangan ini. Ayu kecil, yang baru berusia 11 tahun dan salah satu penari tradisional paling berbakat di desa itu, juga diberikan oleh ayahnya ke keluarga tersebut oleh ayahnya (saudara laki-laki Sudana) saat masih bayi.

Baca Juga: Bingung Atasi Perut Buncit? Jamu Kunyit Asem Solusinya!

Orangtua kandung Ayu kesulitan membiayai dengan anak-anak mereka yang lain, dan anak laki-laki Sudana sudah besar dan meninggalkan rumah.

Maka Ayu kini punya dua pasang orang tua. Dia senang menghabiskan waktu dengan ibu dan ayah biologisnya (yang tinggal di jalan yang sama), tapi jelas bahwa rumah Ketut dan Sudana adalah ‘rumah’ baginya.

Meski dengan berbagai keistimewaan yang dimiliki keluarga ini, akan tetapi mereka menjalani kehidupan sehari-hari dengan cukup menyenangkan.


Penulis : Ilham Musyafa
Editor: Ilham Musyafa