Kepercayaan tentang Gunung Agung
Pemandangan indah kala Gunung Agung erupsi @merdeka

BALITODAY.NET – Indonesia dijuluki sebagai negara yang berada di kawasan “Ring of Fire”. Hal itu lantaran Indonesia menjadi tempat yang dikelilingi oleh banyak gunung berapi. Wikipedia mencatat, jumlah gunung api yang tersebar di Indonesia mencapai 150 buah.

Gunung Agung menjadi salah satu yang masih aktif hingga sekarang. Terakhir, gunung api setinggi 3.142 mdpl itu meletus pada akhir bulan November 2017 silam. Letusannya bahkan terasa hingga Pulau Jawa.

Baca Juga: Waspada Gempa, Begini Pesan BPBD Pada Masyarakat

Gak hanya menyimpan material lahar, Gunung Agung juga menyimpan berbagai kepercayaan juga lho Zens. Berikut 4 kepercayaan tentang Gunung Agung yang wajib kalian simak.

1. Pantangan sebelum mendaki

Kepercayaan tentang Gunung Agung
Hati-hati ketika mendaki Gunung Agung @Indonesia Travel

Bosan sama wisata pantai yang gitu-gitu aja. Menjajaki Gunung Agung menjadi salah satu opsi yang bisa dicoba. Selain sedikit lebih sejuk, kalian juga dapat menikmati keindahan Pulau Bali dari ketinggian.

Namun jangan salah, ada kepercayaan tentang Gunung Agung soal pantangan-pantangan yang gak boleh sama sekali kalian lakukan. Jika sedang bersedih maka hendaknya kalian urungkan niat untuk mendaki. Untuk perempuan yang sedang dalam masa datang bulan sebaiknya gak memasuki area gunung.

“Salah satu pantangannya, jika ada keluarga dekat atau sepupu yang meninggal tidak diperbolehkan mendaki gunung. Karena mereka dalam keadaan bersedih,” tutur Koordinator Pemandu Pendakian Gunung Agung, Komang Kayun kepada KompasTravel pada Selasa (14/8/2018).

Pantangan lainnya pendaki dilarang membawa bahan makanan dari daging sapi dan membawa perhiasan dari emas.

2. Tempat bersemayamnya Dewa-dewa

Pura Agung Besakih Karangasem Bali @Wisata Bali

Percaya bahwa setiap tempat ada yang menghuni? Bukan makhluk biasa, di Gunung Agung sendiri bahkan dianggap sebagai termpat bersemayamnya Dewa-dewa. Kepercayaan tentang Gungung Agung terutama para Dewa dipercaya berada di Pura Agung Basakih.

Pura Agung Besakih di lereng kaki Gunung Agung, sekira 85 km timur Denpasar, terdiri atas 16 kompleks pura yang menjadi satu-kesatuan tak terpisah satu sama lain.

Baca Juga: Ternyata, Penggunaan Earphone Berlebih Berpotensi Menyebabkan Ketulian

Tempat itu memiliki arti penting bagi kehidupan keagamaan umat Hindu, yang dianut sebagian besar masyarakat Pulau Dewata. Jangan sesekali melakukan hal-hal yang tidak mengenakan seperti merusak alam, membuang sampah, dan sebagainya Zens kalau gak mau dewa murka ke kalian.

3. Menjadi cikal bakal terciptanya masyarakat Bali

Kepercayaan tentang Gunung Agung
Masyarakat Bali melakukan ritual di Pura Besakih @netralnews

Mengutip buku Custodian of the Sacred Mountains: Budaya dan Masyarakat di Pulau Bali karya Thomas A Reuter, menuturkan bahwa Maharishi Markandeya, orang pertama yang memimpin pelarian Majapahit ke Bali, baru berhasil menetap di Bali datang ke kaki Gunung Agung.

Sebelumnya, gelombang eksodus yang dipimpin Markandeya berjumlah 800 orang seluruhnya tewas akibat wabah penyakit. Atas hal itu, sebagian besar pengikut Markandeya itu tewas.

Markandeya terpaksa pulang ke Jawa untuk mengumpulkan orang lagi. Setelah terkumpul sekitar 1.000 orang, eksodus gelombang kedua ke Pulau Dewata digerakkan. Orang-orang inilah yang dikisahkan berhasil mendekati puncak Gunung Agung dan membangun Pura Besakih. Mereka memulai peradaban yang lebih stabil di Bali serta beranak-pinak di pulau ini.

Maka dari itu, orang Bali amat menyucikan Gunung Agung, termasuk melalui berbagai ritual di Pura Besakih sebagai perantaranya. Selayaknya Gunung Merapi yang dianggap sebagai salah satu sumbu paling sakral dalam kosmologi masyarakat Yogyakarta, begitu pula Gunung Agung bagi orang Bali.

4. Letusan Gunung Agung sebagai peringatan Dewa

Kepercayaan tentang gunung agung
Salah satu letusan Gunung Agung @brilio

Letusan Gunung Agung tahun 1963 memang menggemparkan seisi Pulau Dewata, bahkan meninggalkan dampak paling terasa sepanjang sejarah. Kala itu, aktivitas gunung tertinggi di Bali ini mulai meningkat sejak awal tahun, dan mencapai puncaknya pada 17 Maret 1963.

Baca Juga: Tempat Nongkrong di UM yang Nyamannya Tak Terbantahkan!

Sebelum Gunung Agung meletus, ketinggiannya diperkirakan mencapai 4.000 meter di atas permukaan laut (mdpl). Catatan terakhir setelah letusan tahun 1963, tinggi Gunung Agung berkurang menjadi 3.142 mdpl.

Jadi, itu tadi kepercayaan tentang Gunung Agung yang membuatnya tidak hanya sekedar gunung api. Lebih dari itu, Gunung Agung punya kisah yang menarik.


Penulis : Ilham Musyafa
Editor: Ilham Musyafa