dampak gempa susulan di bali
Wisatawan asing ramai-ramai tinggalkan Lombok pasca gempa @Viva

BALITODAY.NET – Gempa di Lombok 29 Juli lalu telah memakan ribuan korban dan puluhan ribu bangunan mengalami kerusakan di berbagai wilayah terdampak. Tidak hanya terjadi satu kali, gempa susulan pada sekitar wilayah Lombok masih sering terjadi. Bahkan, beberapa gempa susulan di Bali sempat dirasakan oleh masyarakat.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG Denpasar, Bali mengimbau warga setempat, wisatawan mancanegara, dan domestik untuk tidak terlalu mencemaskan apa yang akan kedepannya terjadi terkait terasanya dampak gempa susulan di Bali.

Ketidak khawatiran juga diperkuat dari data hasil monitoring petugas BMKG Denpasar. Meski sering terjadi gempa susulan, namun kekuatannya tidak sebesar gempa utama.

Baca Juga: Resmi! Sandiaga Uno Cawapres Prabowo di Pilpres 2019!

“Pascagempa pada 29 Juli lalu sampai hari ini, kami terus melakukan pemantauan gempa. Dari data hasil monitoring memang kegempaan susulan semakin sering terjadi, namun kekuatannya cenderung menurun,” kata petugas BMKG Denpasar, Melki Adi Kurniawan, di Denpasar, dilansir Antara, Minggu (12/8).

Menurut Melki, berdasarkan pemantauan BMKG Denpasar, gempa susulan memang semakin meningkat, tetapi dampaknya tidak besar seperti yang terjadi pada beberapa hari lalu.

“Karena itu, kami mengimbau wisatawan yang berlibur ke Bali dan seluruh warga setempat untuk tidak perlu terlalu cemas, karena gempa yang terjadi di Lombok tidak terlalu membawa pengaruh bagi Bali sendiri,” katanya.

Baca Juga: Ternyata, Penggunaan Earphone Berlebih Berpotensi Menyebabkan Ketulian

Ia menjelaskan kondisi di Pulau Bali tidak terpengaruh gempa susulan yang terus terjadi di Lombok, karena kondisi Pulau Dewata sendiri sampai sekarang masih aman. Meski begitu, BMKG Denpasar juga mengimbau kepada warga Bali dan wisatawan agar selalu tetap waspada.

Dampak gempa Lombok beberapa waktu lalu hingga mencapai kekuatan 7,0 SR membuat 42.239 rumah dan 458 sekolah mengalami rusak. Gempa juga menyebabkan 1.447 orang terluka berat dan 165.003 orang mengungsi.

Pemerintah menetapkan masa tanggap darurat gempa di Nusa Tenggara Barat berlangsung sampai 11 Agustus 2018.


Penulis : Ilham Musyafa
Editor: Ilham Musyafa