Unud Bali © www.unud.ac.id

Universitas Udayana Bali optimis mampu membuat RS Pendidikannya berjalan optimal dengan mengunggulkan spesialisasi pelayanan. Hal ini ditegaskan oleh Rektor Unud Dr Ketut Suastika ‎yang telah mengajukan Rp 50 miliar ke pusat untuk menunjang operasional rumah sakit ini.

“Untuk besar jadi membutuhkan SDM (Sumber Daya Manusia) dan biaya pembangunan. Kami mengajukan bantuan anggaran ke pemerintah pusat. Setidaknya Rp 50 miliar sudah bisa mengoperasionalkan RS. Jika anggaran di acc (setujui) 2016, saya optimistis 2017 RS sudah beroperasi total dan pendidikan berjalan normal,” jelas Rektor Unud Dr Ketut Suastika, Jumat (22/1) kepada Tribunbali.

Prof Suastika juga menjelaskan bahwa RS telah dilengkapi dengan peralatan medis bantuan dari pemerintah dan sudah beroperasi. Begitu juga alat kesehatan untuk penyakit infeksi yang diusut KPK.

“Kami tinggal menambah peralatan. Saya harap 2016 bisa diberikan bantuan dan sisanya melalui anggaran pendapatan kampus,” tambahnya.

Pembangunan ini diterangkan Prof Suastika sebagai landasan UU Pedidikan Dokter yang mewajibkan Universitas yang memiliki Fakultas Kedokteran, maka juga harus ada rumah sakitnya.

(tri/nei)