Rochmat Wahab Ketua Panitia  SBMPTN 2015 menjelaskan,

tahun depan akan diadakan pilot project SBMPTN online secara terbatas. PTN yang akan ditunjuk menjadi lokasi uji coba masih dalam proses verifikasi. Namun, panitia akan memilih PTN yang sudah siap infrastrukturnya yakni mulai komputer dan servernya. Meski lokasi ujian ada di beberapa kota, servernya tetap akan di Jakarta. ”Tahun depan akan kita uji coba SBMPTN online . Sistemnya seperti UN online yang menurut kami akan mempermudah pengawasan ujian,” paparnya di Jakarta kemarin. Rahmat wahab
Rektor Universitas Negeri Yogyakarta ini menambahkan, jika pada uji coba nanti tidak menemui masalah berarti, SBMPTN online akan dilakukan pada tahun-tahun mendatang. Dengan SBMPTN online ini, ujarnya, peserta ujian tidak perlu ramai-ramai datang ke lokasi ujian pada satu hari saja. Mereka pun bisa tes berkali-kali namun dengan materi soal yang berbeda-beda.

Rochmat mengatakan, sistem ujian online seperti tes CPNS online ataupun UN online memang efektif dan efisien, namun pihaknya tidak menggelar serentak tahun depan karena penerapanSBMPTN online baru bisa terjamin baik jika ada masa adaptasi satu tahun sebelumnya.

Sementara itu, hari ini 693.185 siswa mengikuti ujian SBMPTN. Jumlah tersebut naik 4,31% dari tahun lalu yang mencapai 664.509. Peserta SBMPTN yang mendaftar Bidik Misi sebanyak 90.686 dan non- Bidik Misi ada 602.499 peserta. Daya tampung yang tersebar di 74 PTN mencapai 99.223 orang, sementara tahun lalu hanya 91.294 orang pada 64 PTN.

Hasil SBMPTN akan diumumkan pada 9 Juli mendatang. Dari hasil rekapitulasi, Universitas Padjadjaran menjadi favorit pendaftar SBMPTN dengan 85.879 peminat. Disusul Universitas Hasanuddin(75.155), Universitas Brawijaya (73.558), Universitas Sumatera Utara (70.568), Universitas Indonesia (67.136), dan Universitas Diponegoro (62.649).

 

Source : Koransindo.com  editor : Indriana M