© www.pexels.com

Naas nasib warga asal Tukad Pakerisan, Panjer, Denpasar, Bali ini. Ia telah tertipu oknum tak bertanggungjawab melalui telpon seluler. Ia mendapat kabar bahwa anaknya telah jatuh dan dirawat di RSUP Sanglah.

“Saya mendapatkan kabar bahwa anak saya jatuh dan saat itu sedang dirawat di RSUP Sanglah. Yang menelpon sangat meyakinkan karena sempat menangis melihat kondisi anak saya itu,” terang pria yang sehari-hari bekerja di sebuah proyek di Gatsu.

Saat ditelepon oknum tersebut, ia diminta untuk mengirimkan uang sebesar Rp7,9 juta ke nomer rekening yang diberkan sebagai biaya CT Scan anaknya.

Dalam kondisi panik dan khawatir terhadap kondisi anaknya, ia pun segera pergi ke ATM dan mengirimkan uang transfer sejumlah yang diminta.

Kemudian ia bergegas mengunjungi anaknya ke RSUP Sanglah. Namun saat dicari, anaknya tidak ditemukan sedang dirawat. Ia pun menelpon anaknya, seperti dikutip dari Tribun Bali.

Melalui percakapan dengan anaknya, akhirnya ia mengetahui bahwa ia telah menjadi korban penipuan. Saat itu anaknya tengah mengikuti kelas di sebuah sekolah swasta di Jalan Sudirman, Denpasar.

“Ya anggap saja ini buang sial,” tandasnya. (tri/nei)