Ilustrasi Narkoba © www.harianaceh.co.id

Tiga orang warga berhasil diamankan Kepolisian Resor Kabupaten Buleleng, karena tertangkap menyimpan dan mengganakan sabu-sabu pada Rabu, (27/1). Penangkapan ketiganya disetai barang bukti.

Tersangka pertama, adalah Ketut Suardika alias Moleh (36) warga yang tinggal Jalan Pulau Menjangan, Kelurahan Banyuning, Kecamatan Buleleng. Moleh tertangkap saat sedang melakukan sebuah transaksi narkotika di kawasan komplek pertokoan Singaraja Square.

Saat ditangkap, Moleh tidak kedapatan sedang membawa barang bukti sabu, namun pihak kepolisian tetap membawa Moleh ke rumahnya. Tertanyata saat di rumah Moleh, tersangka bertambah menjadi dua, yaitu Komang Suardika alias Mang Dika (38) yang ketika itu tertangkap sedang mengkonsumsi sabu.

“Kami belum bisa menyebut tersangka (Moleh dan Mang Dika, Red) sebagai pengedar sebab belum ada bukti-bukti kuat. Tapi keduanya kemudian mengakui kepemilikan barang bukti yang berhasil kami sita,” ungkap Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP. Made Agus Dwi Wirawan kepada Suaradewata, Kamis (28/1).

Kedua tersangka mengaku mendapatkan barang haram tersebut dengan membelinya dengan harga Rp300 ribu sampai dengan Rp500 ribu. Modusnya adalah dengan menggunakan salam temple dengan pengedar yang disebut-sebut bernama Iwan.

Di tempat lain, Gede Suardika alias Dika (36) warga Banjar Dinas Pasek, Desa/ Kecamatan Kubutambahan berhasil ditangkap pihak kepolisian setelah sebelumnya sempat ngamuk dan meresahkan warga di kawasan tersebut. Dika diduga mengamuk di bawah pengaruh narkotika.

Saat polisi datang dan melakukan penggeledahan dikamarnya, ternyata narkoba jenis sabu berhasil ditemukan.

“Setelah kami lakukan penggeledahan, didapat dalam kamarnya (Dika, Red) narkotika jenis Sabu seberat 0,6 gram dalam kotak korek api. Setelah diteliti, ternyata benda menyerupai Kristal di dalam kotak korek tersebut merupakan jenis Sabu,” ujar Dwi.

Pihak kepolisian menjerat ketiga tersangka dengan pasal 127 ayat 1 jo pasal 54 UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun penjara.

(sua/nei)