Jakarta – Telkomsel kembali meraih penghargaan bergengsi. Operator seluler terbesar di Indonesia itu didapuk sebagai ‘Asia Pacific Mobile Service Provider of the Year’ di acara Frost & Sullivan Asia Pacific ICT Awards 2015.

“Penghargaan ini adalah cerminan dari kerja keras, komitmen dan dedikasi seluruh karyawan Telkomsel,” kata Direktur Utama Telkomsel, Ririek Adriansyah dalam siaran persnya, Jumat (19/6/2015).

“Kami akan terus meningkatkan jaringan kami, berinvestasi dalam teknologi terbaru seperti yang telah kami lakukan dalam komersialisasi layanan 4G LTE yang pertama di Indonesia, serta dalam memberikan layanan berkualitas tinggi untuk semua pelanggan kami”, tambah Ririek.

Sementara itu Avinash Sachdeva, Senior Industry Analyst, ICT, Frost & Sullivan, Asia Pacific, mengatakan, “Telkomsel adalah salah satu operator seluler terbesar di Asia-Pasifik dari sisi jumlah pelanggan. Melalui 2.0 growth program, Telkomsel secara efektif menerapkan strategi SMARTies sehingga mampu mendapatkan lebih banyak lagi pelanggan, meningkatkan pendapatan, memperbaiki ARPU gabungan serta menambah profit.”

Avinash lebih lanjut menjelaskan, eksekusi yang baik membantu Telkomsel untuk tidak hanya berkembang di sisi layanan dasar berupa layanan suara dan SMS, namun juga meraih peningkatan yang cukup signifikan dalam pendapatan bisnis digital yang didukung oleh penetrasi smartphone.

Ini dapat terlihat dari performansi Telkomsel selama 2014. Bisnis digital Telkomsel (Mobile Broadband dan Digital Services) mengalami pertumbuhan 33,9% YoY (Year on Year). Hal ini juga didorong oleh adopsi ponsel 3G yang cepat di masyarakat, dimana di jaringan Telkomsel sendiri terjadi peningkatan pengguna ponsel 3G sebesar 70,8% YoY, menjadi 40,4 juta pengguna.

The Frost & Sullivan Asia Pacific ICT Awards merupakan salah satu penghargaan prestisius di tingkat internasional yang memberikan pengakuan kepada perusahaan dan individu yang telah menunjukkan praktik terbaik dalam industrinya, menghargai ketekunan, komitmen, dan strategi bisnis yang inovatif, yang diperlukan agar dapat terus berkembang dalam pasar global.

Penerima penghargaan dievaluasi berdasarkan pertumbuhan pendapatan, pangsa pasar, kepemimpinan dalam pengenalan dan inovasi produk baru, keluasan produk dan solusi, akuisisi pelanggan utama, serta strategi bisnis dan pasar.

Hasil evaluasi kemudian dipresentasikan kepada panel juri independen, yang terdiri dari indidividu-individu berpengaruh, pengambil keputusan dan pemimpin yang dikenal dalam sektor ICT se-Asia Pasifik.

 

Source : Liputan6.com Editor : Prasetyo