Terkait status tempat pembuangan akhir (TPA) Suwung, Denpasar yang sudah kelebihan kapasitas dan sangat membahayakan lingkungan serta objek vital di sekitar, Pihaj Pemerintah Daerah didesak untuk segera menyelesaikan permasalahan tersebut.

Ketua Yayasan Pembangunan Bali Berkelanjutan Ketut Gde Dharma Putra mengatakan kegagalan mengelola sampah, khususnya TPA Suwung, akan dapat merusak citra Bali sebagai destinasi wisata yang asri, bersih, lestari, dan indah.

?”Sampah harus segera selesaikan. Bali kecil, tetapi promosi negatif tentang sampah di Bali menjadi satu strategi promosi negara lain? agar wisatawan tidak datang ke Bali,” ungkapnya, seperti dilansir dari bisnis.com, Kamis (15/10).

?Lebih lanjut dijelaskan, hasil penelitian yayasan menemukan apabila daerah sekitar TPA Suwung dikategorikan paling tercemar di Bali, karena kandungan senyawa nitratnya tinggi.

Hal tersebut membahayakan, lantaran di sekitar banyak terdapat fasilitas Pelabuhan Benoa, dan Depo BBM Pertamina.

?”TPA sudah sangat dekat dengan fasilitas bahan bakar, memang benar harus segera lalukan sesuatu. Kalau tidak, maka akan menjadi situasi berbahaya,” tekannya. (bis/end)