surat © www.earnesthomeco.com

Para guru SMAN 1 Denpasar dikejutkan dengan adanya tulisan ancaman ynag ditempel pada satu sekat kayu di ruang guru, Rabu (27/1). Tulisan tersebut mengancam akan meledakkan sekolah.

Tulisan tersebut ditulis lengkap dengan tulisan berlafal Arab yang berbunyi: “Kami ISIS Sudah ada di SMANSA siap memporakporandakan acara kalian. Kami tidak takut mati. Allahuakbar!”, seperti dilansir Tribunbali.

Namun, ternyata perbuatan tersebut dikonfirmasi salah satu guru sebagai perbuatan iseng dua orang siswa SMAN 1 Denpasar sendiri. Satu perempuan dan satu laki-laki dari kelas 3.

Menurutnya, hal tersebut dapat terlihat dari kertas yang digunakan untuk menulis surat, yaitu kertas bekas UNBK. Yang digunakan untuk menulis adalah dibaliknya. Setelah kejadian tersebut sidak dilakukan di setiap kelas.

“Saat dilihat kertas yang digunakan adalah kertas UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer), maka kami beransumsi bahwa yang melakukan adalah pihak intern. Kami langsung melakukan sidak dan akhirnya kedua anak ini mengaku,” ujar guru SMAN 1 Denpasar tersebut.

Dirinya pun menambahkan, siswa-siswa tersebut saat ditanyai telah mengaku iseng saja. Kedua siswa asal Bali tersebut diduga melakukan hal iseng tersebut karena mendekati acara yang akan digelar di sekolahnya.

Kabar ancaman ini juga mengundang pihak kepolisian Denpasar datang untuk menindaklanjuti hal tersebut. Kini, surat yang ditemukan pertama oleh dua orang guru tersebut sudah ditangani oleh pihak Polda Bali.

Kepala SMAN 1 Denpasar, I Nyoman Purnajaya yang angkat bicara menjelaskan, ia tidak ingin terlalu membesar-besarkan peristiwa yang terjadi tersebut. Purnajaya berharap kejadian ini tidak mengganggu konsentrasi para siswa dan warga SMAN 1 dalam proses belajar-mengajar.

“Ya sepertinya itu hanya keisengan anak-anak. Jangan terlalu dibesar-besarkan, yang perlu dijaga adalah ketenangan para siswa di sini untuk belajar,” tambahnya.

(tri/nei)