Jembatan tukadaya © www.metrobali.com

Sejak resmi dioperasikan pada Senin (1/2), sisi jembatan Tukadaya di perbatasan Kelurahan Dauhwaru dan Desa Tukadaya, Kecamatan/Kabupaten Jembrana, Bali masih menuai protes dari beberapa sopir truk.

Seluruh kendaraan diperbolehkan melintas, namun masih ada klasifikasi untuk teruk berdasarkan muatan dan sumbu atau gandar kendaraan. Klasifikasi berat muatan yaitu 15 ton, 25 ton, dan 50 ton.

Truk yang diperbolehkan adalah Truk dengan Jumlah Berat yang Diizinkan (JBI) 15 ton dengan satu sumbu atau biasanya berupa truk Colt Diesel maupun truk engkel.

Sedangkan truk tronton bermuatan 25 ton dengan dua sumbu dan truk dengan berat muatan 50 ton yang diangkut kendaraan dengan tiga sumbu atau berupa truk trailer belum dapat melintas.

Aturan melintas ini diprotes belasan sopir truk yang juga mengikuti rapat koordinasi tersebut. Fauzi (39), seorang pengurus truk asal Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Kabupaten Negara mengatakan, dirinya keberatan dengan aturan melintasi sisi jembatan sesuai JBI.

Hal ini dikarenakan truk milik bosnya yang berjumlah 20 unit rata-rata memuat beban melebihi aturan JBI tersebut, terutama truk engkel biasanya memuat beban lebih dari 20 ton.

Sedangkan pada uji coba kemarin Minggu (31/1/2016), truk engkel diperbolehkan melintas meski muatan berat lebih 20 ton.

Protes juga disampaikan oleh sopir truk lainnya, I Putu Gelgel (55) asal Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Jembrana yang mengeluhkan pemberlakuan penujukkan bukti tonase sebelum melintas di sisi jembatan Tukadaya. Sebab ia dan sopir lainnya tidak memegang bukti tonase dari terminal kargo yang ada di Denpasar.

“Saya hanya muat cepet (batok kelapa) tiga ton. Ambilnya di Mendoyo, masa kalau mau lewat harus balik ke Denpasar lagi hanya ambil struk timbangan muatan,” jelasnya kepada Tribunbali.

Kepala Dinas PU Jembrana, I Wayan Mertadana mengkonfirmasi bahwa kendaraan yang melintas jembatan Tukadaya harus menunjukkan bukti tonase.

Bagi kendaraan dari arah Gilimanuk wajib membawa struk dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jembatan Timbang (JT) Cekik di Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Jembrana, sedangkan kendaraan dari arah timur atau Denpasar diwajibkan membawa struk tonase dari terminal kargo maupun di penyeberangan Bali-Lombok.

(tri/nei)