Pemerintah Myanmar telah mengadakan perjanjian dengan Bangladesh untuk memulangkan 200 orang Bangladesh dalam perahu yang diselamatkan Myanmar pekan lalu. Pertemuan perjanjian antara Myanmar dan Bangladesh dihadiri Menteri Luar Negeri (Menlu) Bangladesh, Duta Besar Myanmar untuk Bangladesh, dan pegawai Pemerintah Bangladesh di Myanmar. Pemerintah Myanmar menyatakan, ada 200 imigran Bangladesh yang ditemukan di antara 208 orang dalam perahu yang diselamatkan Myanmar pada Jumat 22 Mei 2015 di pantai barat Provinsi Rakhine. Mereka mengatakan, imigran lainnya adalah orang Bengali, sebutan etnis Rohingya asal Myanmar.

Para pria yang ikut dalam perahu tersebut mengaku berasal dari berbagai kota berbeda, antara lain Kota Cox’s Bazar, Kota Chittagong, dan Kota Dhaka. Para imigran mengatakan, mereka telah ditipu atau dipaksa masuk ke dalam perahu.”Saat itu, saya hanya mengunjungi pantai Cox’s Bazar,” kata seorang imigran bernama Mohamod Mufa Zalhusin, seperti dilansir Reuters, Selasa (26/5/2015).Mohamod adalah salah satu orang yang dipaksa masuk ke dalam perahu. “Dua orang memaksa saya masuk ke dalam sebuah perahu. Orang-orang di dalam perahu memberitahu saya kalau mereka telah membeli saya,” sambungnya.

Dia mengatakan, perahu yang ditumpanginya berlayar menuju Thailand. “Setelah itu, kami diminta untuk membayar uang tebusan 50 ribu taka (atau sekira Rp8,5 juta) jika ingin pulang kembali ke Bangladesh. Saat itu, penjagaan keamanan di pantai Thailand sedang diperketat,” kata dia. Sebagaimana diberitakan, dalam beberapa pekan terakhir sekira 3.500 imigran gelap asal Bangladesh dan Myanmar terdampar di pantai Indonesia, Thailand, dan Myanmar. Kebanyakan dari imigran Bangladesh memutuskan pergi dari negerinya karena alasan ekonomi. Sementara, imigran Rohingya asal Myanmar pergi ke negara lain untuk melarikan diri dari konflik politik yang terjadi di tempat asal mereka.

 

Source : okezone.com   editor : Indriana M