Pohon jepun © www.sudajicom.blogspot.co.id

Komang Sukadadi (42), warga Banjar Dinas Musi, Desa Musi, Kecamatan Gerokgak, berhasil menyelamatkan diri dari terjangan arus air disertai lumpur yang terjadi di Buleleng Sabtu kemarin (23/1). Dia beserta keluarganya menaiki pohon kamboja yang ada di belakang rumah saat banjir datang.

Komang, suami dan kedua anaknya baru menempati rumahnya di wilayah Banjar Dinas Musi selama sepuluh tahun. Saat banjir menerjang rumahnya, dia dan kelurganya sedang tidur. Sehingga ketika bangun dia fokus untuk menyelamatkan diri, dan tak sempat mengambil barang-barang berharganya.

“Kami sedang tidur dan tiba-tiba tembok rumah roboh diterjang banjir. Lumpur langsung masuk dan saya pun sempat terendam. Suami saya langsung menyelamatkan saya dan dua anak kami. Karena arus kencang, saya panik dan memanjat pohon jepun yang ada dibelakang rumah,” ungkap Sukadadi kepada Suaradewata, Minggu (24/1/2016).

Seluruh isi rumahnya telah hanyut dibawa air deras bercampur lumpur. Sepeda motor yang menjadi alat untuk mencari nafkah oleh suaminya pun sempat terkubur dalam lumpur yang turut terbawa arus air sungai Musi.

Bahkan beberapa ekor babi peliharaannya pun tidak diketahui nasibnya karena turut terbawa banjir dengan tinggi air hingga dada orang dewasa.

Saat kejadian dia serasa masih bermimpi dan mengaku belum sempat menyelamatkan diri pada saat arus air menghantam tembok rumah.

“Tembok rumah kami hanya menggunakan batako dan cuma setinggi satu meter. Sisanya menggunakan anyaman bambu serta tiang seadanya saja untuk menopang atap rumah,” ujar Sukadadi.

Ibu dua anak ini mengaku sudah tidak memiliki sehelai pakaian lagi selain yang melekat di badannya. Semua pakaian beserta lemarinya telah hanyut terbawa arus air.

“Tidak lebih dari setengah jam, rumah saya sudah rata dengan tanah. Barang tidak ada satu pun yang tersisa kecuali yang berat dan tidak terhanyutkan oleh air. Karena yang semalam saya pakai sudah basah kena air, ini kemudian dikasi pinjam oleh tetangga sebelah. Tapi sekarang pun tidak ada yang bisa digunakan dan kami pun tidak tahu harus tidur dimana malam ini.” tambahnya

(sua/nei)