Pura © www.ketutjoel.blogspot.com

Selain rumah warga dan Jalan Raya Singaraja Gilimanuk, banjir bandang pada Sabtu kemarin (23/1) yang menerjang empat desa di Kecamatan Gerokgak Buleleng ini juga tak melewatkan Pura tempat beribadatan umat Hindu. Empat desa tersebut adalah Desa Musi, Penyabangan, Sanggalangit dan Banyupoh.

Salah satunya adalah Pura Taman Belatung yang berada Desa Banyupoh, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali. Derasnya air bah yang berisi gelondongan kayu-kayu besar dari sungai Banyupoh menerjang tembok penyengker yang mengelilingi bangunan penglukatan.

Banjir yang terjadi sekitar pukul 18.00 WITA tersebut, menerjang bangunan penglukatan yang di dalamnya terdapat Pelinggih Surya, Peraneman, Gedong Mandala Linggih Ida Bharata Dewa Ayu Mas Taman, Gedong Simpen, Linggih Ida Bhatara Dewi Kwan In, Patung Ganesha dan wantilan.

Melansir dari Tribunbali, Pelinggih Surya dan Patung Ganesha berhasil selamat dari terjangan banjir bandang tersebut tanpa mengalami kerusakan sedikit pun.

“Tadi hujan tidak begitu deras waktu pukul dua siang. Tapi dari utara, longsoran tanah beserta kayu-kayu besar dan bebatuan menerjang penglukatan ini. Untungnya Pelinggih Surya dan Patung Ganeshanya tidak kena, padahal di sekitarnya sudah banyak longsorannya,” ujar Pemangku Penglukatan, Ida Mangku Anom (52), Minggu (24/1).

Sebelum kejadian banjir bandang, Mangku Anom telah mengalami firasat buruk, yaitu anjing yang berada di halaman parkirnya terus menggonggong. Kemudian dia tidur sejenak seusai mempersiapkan sarana prasarana ritual pemedek.

Ketika dia terbangun dan ingin mendatanginya, dia telah menyaksikan sendiri banjir bandang menerjang bangunan tersebut.

(tri/nei)