Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi melajukan tren pelemahan pada perdagangan Kamis (9/7) karena terus dibayangi Sentimen negatif dari ekonomi China. Investor akan terus mencermati perkembangan ekonomi Negeri Tirai Bambu setelah kemarin bursa saham negara tersebut anjlok dan memicu kepanikan global.  

“Pada hari Kamis (9/7),  Indeks Harga Saham Gabungan  diprediksi akan  bergerak melemah di kisaran level 4847-4912,” tulis Sinarmas Investment Research dalam kajiannya, Rabu (8/7) malam. 

Sinarmas menjelaskan bahwa salah satu informasi yang ditunggu-tunggu  investor adalah rilisnya data inflasi bulan Juni, China diperkirakan  akan minus 0,1 persen (month to month) dibandingkan bulan sebelumnya negatif 0,2 persen.

Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada, menuturkan pelemahan di sejumlah bursa saham China akan  berimbas pada pergerakan bursa saham Asia, dan  pada umumnya Kejatuhan pasar modal China dan sekitar tidak hanya disebabkan oleh permasalahan  di Yunani tetapi juga permasalahan di internal Negeri Cina. 

Reza Priyambada mengatakan, “Pelaku pasar masih ragu akan realisasi kebijakan moneter dari Bank Rakyat China maupun pemerintah terkait perlambatan di China. Di satu sisi, PBoC telah melonggarkan kebijakannya melalui pemangkasan suku bunga acuan, namun di sisi lain juga mengeluarkan kebijakan terkait dengan pengetatan moneter,” tutur Reza Priyambada

Reza, terintegrasinya sejumlah bursa saham di Tiongkok dan sekitarnya membuat pergerakan indeks cenderung volatile karena perbedaan karakteristik dari masing-masing investor yang berpengaruh pada ritme perdagangan. Seperti yang dilansir CNNindonesia.com

Dari Jepang, lanjutnya, laju bursa saham Nikkei melemah seiring menguatnya Yen. Pemicunya adalah pelaku pasar beralih ke aset safe heaven dari bursa saham yang tengah bergejolak. 

Tak hanya Cina, masih berlangsungnya pertemuan antara Yunani dan para petinggi negara Zona Euro juga memberikan persepsi akan tercapainya kesepakatan masalah utang untuk mengancam kebangkrutan Yunani. 

“Optimisme yang diperlihatkan oleh PM Yunani, Alexis Tsipras, terhadap pengajuan proposal reformasi baru yang akan diberikan kepada para kreditur memberikan imbas positif dan terkesan akan diterimanya proposal tersebut. Imbasnya, laju bursa saham Eropa mampu berbalik positif,” jelasnya. 

Menurut Reza, pelaku pasar juga akan mencermati sentimen lain, yakni pertemuan The Federal Open Market Committee (FOMC) di AS. Hal ini berpotensi menekan bursa saham. 
 
“Pada perdagangan Kamis (9/7) IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 4825-4838 dan resisten 4886-4925. Tidak jauh berbeda dari sebelumnya, di mana pelemahan lanjutan masih akan dimungkinkan jika sentimen yang ada belum menunjukkan adanya perbaikan,” jelasnya. (cnn/ind)