Jakarta, Pengadilan telah menolak banding terakhir warga negara Perancis pada hari Senin (22/06), untuk menghadapi hukuman mati, membuat nya sebagai warga negara asing selanjutnya yang harus menjalani eksekusi atas pelanggaran terkait narkoba.

Serge Atlaoui telah diberi kesempatan terakhir untuk penangguhan hukuman pada Mei lalu, karena tengah menempuh jalur hukum untuk mendapatkan celah keringanan hukuman.

Eksekusi Mei lalu tetap dilaksanakan dengan menembak mati tujuh warga negara asing dan satu warga negara indonesia meski menuai kecaman dunia internasional.

Pemerintah tetap melakukan eksekusi dengan dalih penanganan perdagangan narkoba dan menimbulkan efek jera bagi para pelaku nya.

Kejaksaan Agung menyatakan bahwa banding Atlaoui terhadap hukuman mati dan penolakan grasi dari Presiden merupakan langkah akhir yang bisa ditempuhnya, sebelum eksekusi benar-benar dilakukan.

Meskipun tanggal pelaksanaan eksekusi belum ditetapkan. Pengacara Atlaoui mengatakan pada hari Senin mereka masih akan mencari jalur hukum lainnya untum dapat membebaskan Atlaoui dari hukuman mati.

Editor : Prasetyo