Ilustrasi ©beritakalimantan.co

Seorang bapak sudah sepatutnya memberikan teladan yang baik kepada anaknya. Namun, yang dilakukan seorang bapak berinisial NM (39) ini jauh berseberangan dari yang seharusnya.

Ia bersama anaknya yang berinisial WMT (14) diringkus polisi karena kedapatan membawa narkoba jenis sabu-sabu di dua tempat berbeda.

Tersangka WMT ditangkap di Jalan Bung Tomo VI Denpasar sedangkan NM ditangkap di Jalan Gunung Agung, Denpasar. Keduanya sama-sama sedang membawa sabu-sabu ketika diringkus.

Kasat Resnarkoba Polresta Denpasar, Kompol Gede Ganefo, seizin Kapolresta Denpasar Kombes Pol Anak Agung Made Sudana, pada Selasa (16/02) menyatakan bahwa kedua tersangka ini berstatus ayah angkat dan anak.

Dikatakannya, WMT telah menjadi pengguna sabu-sabu sejak berhenti kelas 1 SMP di Buleleng. Berdasarkan hasil penyelidikan, diketahui bahwa WMT yang merupakan ayah angkat korban yang pertama kali mengajarkannya mengonsumsi barang haram tersebut. Ia juga menjadikan WMT sebagai pengedar sabu-sabu.

Sedangkan menurut pengakuan NM, ia mengangkat WMT sebagai anak dikarenakan perceraian kedua orang tua kandungnya. Meskipun tanpa pengesahan pengadilan, ia tetap mengadopsi NM dan mulai mengajarkan cara memakai dan mengedarkan sabu-sabu.

Sementara itu, seperti dilansir balipost.com, Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Anak Agung Made Sudana menegaskan bahwa dari hasil Operasi Antik yang diadakan, telah dijaring sebanyak 15 orang yang terdiri dari 8 orang pengedar dan 7 orang pengguna narkoba. (blp/fal)