Malang, Dikutip dari Reuters, Senin, 15 Juni 2015, peretasan Kantor Manajemen Personel Gedung Putih mengguncang Washington, peretasan itu disebut bisa menjadi harta karun bagi mata-mata asing. Kantor Manajemen Personel Gedung Putih menyimpan berbagai data komprehensif dan intrusif terkait kehidupan jutaan pekerja AS dalam sebuah formulir standart 86 (SF 86).
SF 86 merupakan dokumen standart yang terdiri dari 127 halaman dan wajib diisi oleh jutaan pekerja AS untuk lolos seleksi keamanan. Berbagai data lengkap terkait kehidupan seorang pekerja AS ada di dalamnya. Meliputi Skandal seks, penggunaan obat bius, data kesehatan fisik dan jiwa, konsultasi psikiater, hingga catatan aset dan utang mereka. “Menakutkan bahwa seseorang dapat tahu begitu banyak tentang kita,” kata mantan diplomat senior AS.

Kasus purnawiran militer AS sebagai salah satu contohnya. Purnawiraan berusia 51 tahun itu berselingkuh selama 20 tahun dengan istri mantan teman kuliahnya, semestinya itu tetap menjadi rahasia antara dirinya dan pemerintah, namun pekan lalu peretas berhasil meretas data personal miliknya hingga rahasia yang di jaga dua dekade belakangan terungkap, Skandal purnawirawan itu dibocorkan ketika dia mendapat pekerjaan untuk kontraktor pertahanan. Diyakini ada banyak data lain yang berpotensi dijadikan alat untuk mempermalukan, atau bahkan memeras para pejabat AS yang berskandal.
Pelaku peretasan belum diketahui, namun pihak AS telah menuduh kelompok peretas yang terafiliasi dengan pemerintah China, Hal ini memicu kekhawatiran jutaan pekerja AS mengenai data-data rahasia mereka yang mungkin ada di tangan pemerintahan asing, Lebih lanjut data dalam SF 86 dapat dimanfaatkan peretas untuk menciptakan kerusakan lebih jauh, dapat digunakan untuk membongkar kata kunci rekening bank, dan surat elektronik.

Veteran intelijen AS, Jenderal (purn) Michael Hayden mengatakan, peretasan itu akan sangat mengganggu, karena negara lain seperti China akan dapat menggunakannya, untuk mencari keluarga dan aset para pejabat AS di luar negeri. “Ini tidak memalukan bagi China. Ini memalukan bagi kita,”. mantan direktur CIA dan NSA ini menyebutkan Skenario terburuk dari diretas nya Kantor Managemen Personel Gedung Putih adalah diungkapnya operasi-operasi rahasia AS.

 

Sumber : Reuters  Editor : Prasetyo