© malangtoday

Persiapan Indonesia Creative Cities Conferences (ICCC) yang akan dihelat di Kota Malang pada April 2016 mendatang semakin dimatangkan dalam rapat yang digelar Senin (25/01) di Gedung Techno Park Perpustakaan Umum Kota Malang.

Arie Arifin sebagai mediator untuk Konfrensi ICCC mengatakan bahwa even ini harus dipersiapkan secara matang baik logo, isi kegiatan hingga apa yang ingin dicapai setelah konferensi ini berakhir. Sebab, cakupan skalanya tidak hanya nasional tapi juga international.

“Harapannya Malang yang sudah dikenal akan bisa semakin terkenal. Kita akan kerjakan secara maksimal mulai dari dekorasi, bandara termasuk billboard dan media,” ujarnya kepada Malang Today.

Lebih lanjut, pria yang memiliki perusahaan bernama ‘Gajayana Management’ ini menjelaskan nantinya Malang akan mampu menciptakan icon ICCC sendiri dan konferensi ini mampu menjadi wadah untuk seluruh pelaku budaya dan pelaku industri di Kota Malang agar dapat menyalurkan kreatifitasnya.

“Ini bisa menjadi wadah untuk seluruh pelaku seni di Malang Raya, untuk menyalurkan budaya dan juga kreatifitas  UKM di kota malang ini. Oleh karena itu,  Konferensi ini tidak bisa dibuat dengan setengah-setengah,” lanjutnya.

Dalam rapat yang juga di hadiri oleh General Manager (GM) Museum Angkut Tuty, Kepala Dinas Pariwisata Ida Ayu Wahyuni,SH, Msi, Kepala Dinas Industri dan perdagangan Pemerintah Kota Malang Dra. Tri Widyani Msi, dan Herman selaku GM Regent’s Park Hotel ini ada tiga poin penting yang akan ditampilkan, yakni; Konfrensi, Isi dan Festival.

“Nantinya Konferensi ini sebagai media informasi kreatifitas kita dengan dunia luar,” tutupnya. (gie/ren)