Pemkot Denpasar © www.quick-count-pilkada.blogspot.com

Sebanyak 17 lowongan jabatan di Pemerintah Kota Denpasar belum terisi hingga hari ini sejak diumumkan September 2015 lalu. jabatan tersebut adalah empat Jabatan struktural IVA, satu jabatan Eselon IVB, dan delapan jabatan struktural VA.

Jika sebanyak 17 jabatan tersebut tidak sgeera diisi, pengisian dapat dilakukan enam bulan ke depan pasca pelantikan Wali Kota baru.

“Iya (enam bulan setelah dilantik Wali Kota baru). Nanti Pansel (panitia seleksi) yang ngurus itu. Setelah enam bulan baru bisa diisi. Kalau Penjabat (Wali Kota) tidak bisa, kecuali mendapat izin dari Mendagri,” kata Asisten 1 Setda Kota Denpasar, Ketut Mister melalui sambungan telepon, Sabtu (30/1).

Pada pemerintahan sebelumnya, sebanyak 14 jabatan telah dibiarkan lowong. Jabatan tersebut adalah empat Jabatan struktural IVA, satu jabatan Eselon IVB, dan delapan jabatan struktural VA.

“Iya kan Kadisdikora (yang dimutasi) mengisi posisi asisten III yang sebelumnya lowong. Begitu juga Pak Dewa Sudarsana (KaBKPP) yang dimutasi mengisi posisi staf ahli. Jadi jumlahnya tetap 17 yang lowong,” ujar Sekda Denpasar, AAN Rai Iswara beberapa waktu lalu.

Penjabat Wali Kota Denpasar AA Gede Geriya melalui Pemerintah Provinsi Bali selaku perwakilan pemerintah daerah mengaku telah berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Mendagri) pada akhir Desember 2015.

Koordinasi tersebut dilakukan karena Penjabat Wali Kota tidak berhak melakukan pengisian atau mengeluarkan kebijakan serta mutasi kecuali ada izin tertulis dari Mendagri. Jika telah ada izin tertulis, maka 17 jabatan lowong tersebut akan dpat diisi. Termasuk posisi Kadisdikpora dan Kepala BKPP Kota Denpasar.

Ketika dikonfirmasi Tribunbali kemarin, Gung Geriya mengaku masih dimintai untuk menunggu beberapa waktu lagi. Padahal, jabatan Penjabat Wali Kota Denpasar diperkirakan akan habis pada Februari 2016.

(tri/nei)