Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, memberi jaminan kedepan tidak akan ada lagi bawang impor di pasaran, menurutnya produksi bawang merah dalam negeri sebenarnya melebihi kebutuhan masyarakat.

“Kedepan tidak perlu lagi adanya impor bawang merah. Petani kita mampu kok memenuhi kebutuhan bawang dalam negeri,” tuturnya.

Dilansir dari Poskota, menurut Amran, dari kunjungan ke lima kabupaten mendapatkan data produksi petani bawang yang mencapai produksi 200.000 ton sebulan. Sedangkan kebutuhan masyarakat hanya sekitar 100.000 ton sebulan.

Mengenai harga bawang merah yang sempat melambung hingga Rp 36 ribu per kilogram, menurutnya karena terkendala permainan pasar dalam proses distribusi dari petani sampai masuk ke pasar.

“Sebenarnya harga bawang di tingkat petani hanya pada kisaran Rp 6 ribu hingga Rp 8 ribu saja. Tetapi setelah sampai di tangan konsumen bisa naik hingga 5 kali lipat,” tambahnya.

Untuk menangani masalah ini, pihaknya telah memperpendek mata rantai pasok dengan menggandeng bulog serta dinas terkait untuk membeli langsung dari petani agar dapat langsung di distribusikan langsung ke pasar, sebagai usaha jangka pendek untuk menstabilkan harga di pasaran.

Dalam jangka panjang, pemerintah menargetkan peningkatan produksi bawang merah, dengan melakukan perbaikan irigasi, perbaikan pompa, pembuatan embung dan sebagainya. Dengan anggaran dana pertanian cabai dan bawang sebesar 500 Miliar. Pemerintah juga akan membuka lahan tanam baru di beberapa daerah.(poskota/pras)