Potensi alam berupa air yang melimpah benar-benar dimanfaatkan warga Karangsuko di Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang untuk menunjang kebutuhan hidup mereka.
Melalui Yayasan Sanitasi Sumber Maron, air yang berada di kawasan Sumber Maron disalurkan ke rumah-rumah warga di sekitar sumber hingga ke beberapa desa lainnya. Untuk menyuplai tenaga pompa air dengan tenaga besar dibutuhkan listrik, nah inilah fungsi Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro yang dibangun tepat di bawah kolam utama. Maklum, posisi Sumber Maron menjorok turun di bawah persawahan. Lumayan jauh dari rumah warga.

hamparan sawah yang menghijau dan udara yang segar akan menyapa pengunjung. Sulit menemukan pemandangan yang seperti ini di Malang. Air di Kolam Sumber Maron cukup jernih, bahkan sangat jelas untuk melihat dasarnya. Sekeliling kolam utama bagian atas dikelilingi pepohonan rindang. Bagian uniknya, terdapat sebuah pohon sejenis beringin yang berdiri di tengah kolam, cukup asri. Sedikit ke bawah di atas area bendungan, pengunjung bisa menikmati kesegaran air dengan ditemani ribuan ikan yang memang dijaga keberadaannya. Tapi ingat, jangan membuang sampah atau terlalu dekat dengan ‘Intake’ bendungan.

Tak sampai di sini, wisata air yang murah ini juga memiliki kawasan air terjun yang luas dan strategis. Berada di antara sawah, pepohonan bambu, warung makan dan sungai yang bisa digunakan ‘Tubing’. Menjelang matahari tenggelam atau ketika belum beranjak tinggi adalah waktu yang tepat untuk berada di sini. 

menurut ibu Kusni, warga setempat, nama Sumber Maron berasal dari banyaknya Maron (sejenis gerabah dari tanah liat) yang ditemukan di sekitar sumber ketika proses pembangunan tandon air.  Ketika halomalang berkunjung, khusus hari Sabtu dan Minggu atau tanggal merah, masuk kawasan Sumber Maron hanya dikenakan tarik Rp.1000 rupiah. Rp. 2000 – 5.000 untuk sewa ban, namun dengan jaminan (sekitar Rp.50.000) untuk antisipasi ketika ban hanyut terbawa arus sungai.

Meski murah, pengunjung juga bertanggung jawab untuk menjaga kebersihan lingkungan serta dilarang mengambil ikan dan tanaman dengan cara apapun.

 

editor : Indriana M