Jembatan Dangin Tukadaya Jembaran Putus © www.suara.com

Ambruknya Jembatan Dangin Tukadaya yang terletak di Desa Dangin Tukadaya, Kecamatan Jembrana, Bali, membuat pihak Balai Pelaksana Jalan Wilayah Delapan Nusra (Bali, NTB dan NTT) bertindak cepat dengan membangun jembatan darurat.

Jembatan ini merupakan jembatan krusial yang menghubungkan ruas jalan nasional Gilimanuk-Denpasar. Ambruknya diduga karena adanya pergeseran struktur pilar bagian kiri dan kanan dan spooring (pelurusan) secara alami pada pilar yang lain.

Pergeseran ini disebabkan dengan besarnya guyuran hujan yang telah turun di wilayah Jembrana selama dua hari ini.

“Sebagai langkah darurat, kami akan membangun Jembatan Beli. Kami sudah berkoordinasi dengan pihak Balai jalan wilayah 5 Surabaya,” ujar Saiful Anwar, Kepala Balai Pelaksana Jalan Wilayah 8 Nusra, Minggu (24/1) kepada Beritabali.

Saiful menambahkan bahwa pembangunan jembatan beli ini tidak akan memerlukan waktu lama, dan rangka jembatan juga akan tiba di Negara, Jembrana sekitar lima hari lagi. Jembatan nantinya dapat dilalui oleh semua jenis kendaraan, termasuk bus dan truk besar.

“Kami sudah pesan dan ari ini sedang persiapan, besok pagi sudah berangkat dari Jawa Timur. Saya harap tibanya tidak sampai dari lima harilah,” ungkapnya.

Sedangkan untuk pembangunan jembatan permanen, akan dibutuhkan waktu hingga tujuh bulan. Hal ini akan direncakan setelah dilakukan investigasi dan survei.

“Kita lakukan investigasi dan survey dulu. Baru kita bawa dalam rapat, apakah dibongkar semua atau diperbaiki. Apalagi jembatan ini sudah cukup lama sekitar tahun 1972,” tuturnya lagi.

(ber/nei)