Ormas Gafatar © www.singindo.com

Organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) ternyata pernah sempat meminta dukungan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Buleleng untuk menyebarkan ajarannya. Namun, tidak disetujui karena pihak Gafatar tidak dapat menjelaskan visi misinya secara jelas.

“Setahun lalu kami dari MUI sempat diminta untuk support ormas Gafatar. Dia datang ke MUI. Katanya, minta support dan dia bilang beberapa daerah di Bali sudah ada perwakilan di setiap kabupaten,” ujar Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Buleleng, Abdurrahman Said.

Abdurrahman Said menjelaskan bahwa setahun lalu ada seorang utusan Gafatar yang datang ke Kantor MUI Buleleng. Dia meminta dukungan untuk melaksanakan seluruh kegiatannya di wilayah Buleleng Bali, seperti dilansir Tribunbali.

Ketika ditanya apa visi misi Gafatar, utusan tersebut malah memintanya untuk bergabung dahulu kemudian Abdurrahman dapat mendapat info lebih.

Meskipun membawa nama Islam, MUI tidak mengijinkan Gafatar beraktivitas di Buleleng karena dari visi dan misi pun tidak ada kejelasan.

“Saya tanya sebelum memutuskan ini saya akan rapatkan ke pengurus harian, tapi sebelum rapat saya ingin tahu terlebih dahulu visi dan misi organisasi ini apa? Dia bilang kalau sudah masuk Gafatar sebagai anggota maupun pendukung baru kita uraikan secara jelas-jelasnya maksud dan visi misinya,” katanya.

(tri/nei)