SMAN 1 Denpasar © www.i1samayoga.wordpress.com

Dua siswa-siswi SMAN 1 Denpasar masih dalam tahap diperiksaan Kepolisian Polda Bali, terkait surat ancaman teror yang mereka tempel di dinding dekat ruang guru. Meskipun hanya iseng, keduanya bisa dikenakan ancaman hukuman UU Teroris.

Keduanya menebar ancaman teror melalui surat selebaran tersebut, yang mengaku dari ISIS, Rabu (27/1) sekira pukul 10.00 WITA. Penghuni SMAN 1 Denpasar (Smansa) yang beralamat di di Jalan Kamboja, Denpasar yang tidak mengetahui ulah iseng tersebut merasa khawatir. Selebaran yang lengkap dengan kaligrafi tersebut ditemukan oleh salah seorang guru bernama I Ketut Sarjana.

Kertas tersebut bertuliskan, ‘KAMI ISIS SUDAH ADA DI SMANSA SIAP MEMPORAK-PORANDAKAN ACARA KALIAN KAMI TIDAK TAKUT MATI. ALLAHUAKBAR!’

“Mulai kemarin dua siswa-siswi SMA 1 Denpasar masih kita periksa intensif di Direskrimum terkait selebaran. Kronologinya pada pukul 10.00 wita ditemukan oleh guru yang kemudiam melaporkannya ke Polsek Dentim, yang di backup satuan intelejen dan Reskrimum Polda Bali,” ujar Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol, Herry Wiyanto di Mapolda Bali, Kamis (28/01), seperti dikutip Beritabali.

Polda Bali tetap melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap kasus tersebut, meskipun mereke mengaku melakukannya hanya untuk iseng saja. Bahkan pihak Polda Bali menerjunkan tim IT dan ahli pidana untuk mengetahui motif dari keduanya.

Serat ancaman tersebut ditulis oleh Putu Ayu TK, perempuan (16) dan yang menempel I Putu CM (16) laki-laki kelas 3 percepatan. Keduanya akan diperiksa kejiwaannya oleh Polda Bali.

“Ya makanya kan ada waktu 7 hari, kita masih dalami keisengan ini karena telah membuat keresahan masyarakat. Dan kalau kata yang bersangkutan hanya main-main, ini hari ini belum bisa kita simpulkan kita akan bicarakan dengan pihak guru, orang tua dan setelah menemukan indikasi dengan ahli hukum pidana. Kalau pun hanya main-main ya tetap dikenakan UU Teroris,” tutupnya.

(ber/nei)