Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla menggaungkan semangat mental. Namun, seiring berjalan waktu, wacana ijazah palsu bak bola salju yang bergulir.

Timbulnya kasus kejahatan ijazah palsu, selain untuk gagah-gagahan juga merupakan dampak dari persyaratan bekerja dan kenaikan pangkat yang berdasarkan ijazah formal, bukan skill  (kemampuan) menjalankan sebuah pekerjaan, menjalankan sebuah pekerjaan,Selama ini entah sudah berapa banyak orang,perusahaan dan instansi yang tertipu oleh selembar ijazah.

Karena hampir jarang perusahaan atau instansi yang memverifikasi ijazah seseorang ke kampusnya (cukup dengan legalisir). ijazah palsu memang bukan barang baru.  Sudah bertahun-tahun, selain kampus nakal, perusahaan percetakan di pinggir jalan juga bisa membuat ijazah palsu

Lembaga Swadaya Masyrakat Forum Kalimantan Membangun melaporkan Iwan Kurniawan yang merupakan Anggota Komisi III DPR ke Mahkamah Kehormatan Dewan terkait dugaan kepemilikan ijazah palsu.

peminat dan pembuat ijazah palsu akan tetap ada selama ijazah menjadi penentu kenaikan pangkat, Padahal yang paling penting adalah skill (kemampuan). Skill merupakan sesuatu yang tidakbisa dibeli atau dipalsukan karena melekat pada diri seseorang. Dimanapun orang itu berada, kemanapun dia dan sedang melakukan apapun, skill tetap berada pada dirinya,