Kopi di Kabupaten Malang telah

ada sejak jaman pendudukan kolonial Belanda. Berdasarkan topografi wilayah Kabupaten Malang jenis tanaman kopi yang sesuai adalah Robusta. Luas areal Kopi Robusta di Kabupaten Malang mencapai 11.928 hektare (ha) baik tanaman yang masuk kategori telah menghasilkan, tanaman belum menghasilkan, maupun tanaman rusak. Sedangkan luas areal Kopi Arabika mencapai 1.020 ha.

Cita rasa kopi asal Kabupaten Malang akan semakin dikenal dunia, Ngalamers. Menyusul telah diterimanya sertifikat komoditas kopi yang diterbitkan oleh The Common Code for The Coffee Community (4C) Association, Sertifikat 4C itu merupakan hasil kerja sama antara petani kopi di Kabupaten Malang dengan PT. Asal Jaya yang dapat memenuhi permintaan pasar (ekspor) kopi.

Disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Malang, Tomie Herawanto, penghasil kopi di Kabupaten Malang tersebar di wilayah Kecamatan Dampit, Ampelgading, Tirtoyudo, dan Kecamatan Sumbermanjingwetan. “Pengembangan kopi tersebut berada di kawasan lereng Gunung Semeru dan telah diakui oleh penikmat kopi dunia. Hal itu dibuktikan dengan adanya sertifikat 4C yang telah diterima,” kata Tomie, Rabu (23/4)

kopi

Kopi Dampit bahkan sudah menembus pasar Internasional, sehingga negara yang menjadi tujuan ekspor dari kopi yang mensyaratkan adanya sertifikasi mutu kopi. Utamanya harus memiliki trading pasar sesuai dengan selera para konsumen. “Di wilayah Dampit juga memilik eksportir kopi yakni PT. Asal Jaya yang ikut berperan dalam memajukan industri kopi di Kabupaten Malang,” jelas Tomie.

Pemerintah kabupaten berharap, pengakuan dari konsumen internasional bisa menjadi pemicu para petani kopi yang tergabung dalam kelompok tani untuk tetap semangat dan terus meningkatkan mutu dan produksi kopi miliknya. Rendra Kresna selaku Bupati Malang, mengatakan sertifikat tersebut menjadi bukti jika kopi asal Kabupaten Malang telah diakui penikmat kopi dunia. Harapannya, produksi kopi di Kabupaten Malang bisa menjadi penyumbang ekspor kopi berkualitas di Jawa Timur bahkan nasional. Yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan petani kopi itu sendiri. “perlu di ketahui masa berlaku sertifikat tidak selamanya, melainkan  relatif singkat yakni antara dua hingga tingga tahun saja. Setelah itu akan dilakukan uji ulang sesuai dengan permintaan pasar di negara tujuan,” ujarnya.

Melihat kecenderungan permintaan pasar dunia terhadap komoditas kopi yang terus meningkat, Pemerintah Kabupaten Malang terus mendukung perluasan komoditas kopi di wilayahnya. Diantaranya dengan memfasilitasi penyediaan benih unggul, pendampingan di sektor on farm hingga off farm, melakukan pembinaan yang dilaksanakan melalui anggaran dari APBD Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, maupun dari APBN.

source : halomalang.com   editor : Indriana M