Seperti bulan Ramadhan

tahun-tahun lalu , Pemerintah Kota  Malang menggelar pasar takjil atau yang biasa kita kenal Kampung ramadhan Suhat yang berlokasi di Soekarno-Hatta. Untuk tahun ini, dijatah 300 pedagang untuk berjualan dan pelaksanaannya tetap seperti tahun lalu yang memanfaatkan satu sisi jalan di Jl Soekarno-Hatta (Soehat).
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni mengatakan Disbudpar bekerjasama dengan pihak ketiga untuk mengelola pasar takjil. “Pendaftarannya dikelola oleh pihak ketiga. Kami menyediakan 300 tenda untuk pedagang di pasar takjil. Pasar takjil mulai dibuka 18 Juni 2015,” ugkapnya.

Dikatakannya, Pemkot Malang tidak menarik retribusi untuk pedagang yang berjualan di pasar takjil, namun pdagang hanya diwajibkan membayar biaya untuk listrik, tenda, dan kebersihan yang dikelola langsung oleh pihak ketiga.

Panitia pengelola pasar takjil, Wawan Agus Subiantoro mengatakan saat ini sudah ada lebih dari 100 pedagang yang mendaftar untuk berjualan di pasar takjil dan panitia masih membuka pendaftaran hingga menjelang pembukaan pasar takjil.
Menurutnya, biaya pendaftaran bervariasi sesuai meja yang digunakan pedagang.

  • Pedagang yang memakai meja kecil dikenakan biaya Rp 350.000
  • Pedagang yang memakai meja besar dikenakan biaya Rp 400.000
  • Pedagang yang memakai meja plus tenda dikenakan biaya Rp 600.000

 editor : Indriana M