Pelabuhan Nusa Penida © www.mapio.net

Cuaca buruk yang terjadi di Kabupaten Klungkung beberapa hari ini membuat intensitas penyebrangan barang di Pelabuhan Banjar Bias menjadi menurun. Hal ini pun berimbas kepada pengiriman berbagai barang ke Nusa Penida.

Dalam sehari, biasanya penyebrangan barang bisa berangkat hingga empat kali dengan rute Banjar Bias-Jungutbatu. Namun, saat ini rata-rata hanya berangkat sebanyak dua kali dalam sehari.

“Secara umum aktivitas penyebrangan normal. Namun, kami hanya melakukan penyebrangan di pagi hari, atau sebelum jam 12 siang. Kalau lebih dari jam tersebut, biasanya cuaca kurang mendukung karena kerap hujan dan rawan angin kencang,” ujar I Wayan Sudiantara, petugas tiket di Penyeberangan Banjar Bias, Kusamba kepada Tribunbali.

Dirinya menambahkan, pengiriman sembako melalui pelabuhan penyebrangan banjar bias relatif sepi di musim hujan seperti saat ini. Hal ini disebabkan rentan rusaknya bahan sembako seperti beras jika terkena hujan.

I Wayan Sutha, salah satu nelayan sekaligus buruh angkut barang di Pelabuhan penyebrangan ini berteduh dari panasnya sinar matahari sambil menunggu muatan barang yang akan dikirim ke Nusa Penida.

“Kami masih nunggu muatan barang agar terkumpul. Kalau hanya segini, nanti rugi di biaya operasional. Hari ini lumayan sepi barang yang akan nyebrang,” ungkapnya.

Berbagai barang mulai dari material bangunan seperti pasir, kayu, makanan ringan hingga sembako tampak menumpuk di Pelabuhan Banjar Bias dan siap untuk di angkut perahu menuju Nusa Penida.

(tri/nei)