MALANGTODAY.NET – Hujan meteor adalah salah satu fenomena astronomi yang sangat dinantikan. Hujan yang dapat disaksikan malam hari ini terjadi ketika Bumi melewati puing-puing jejak lintasan komet di angkasa.

Ketika melewatinya, asteroid-asteroid tadi akan bergesekan dengan atmosfer Bumi. Akibat gesekan tersebut, muncullah cahaya yang biasa kita sebut sebagai meteor. Nah, meteor ini tidak hanya bisa kita saksikan, tapi ternyata juga bisa didengar! Menakjubkan, bukan?

Tapi jangan berekspektasi lebih dulu. Suara meteor ini tak seindah penampakannya di langit malam. Hanya terdengar seperti channel radio FM yang kosong. Suara hujan meteor ini bisa kamu dengarkan di live streaming laman livemeteors.com. Detektor meteor laman ini berlokasi di area DC Metropolitan, Kanada.

BACA JUGA: Definisi Kilogram akan Berubah, Ini Pengaruhnya dalam Kehidupan

Ketika meteorid memasuki atmosfer atas Bumi, meteorid tersebut memancarkan molekul-molekul bercahaya dan meninggalkan jejak ionisasi di belakangnya. Ketika terbakar dalam atmosfer Bumi, meteorid selanjutnya disebut meteor.

Panjang jejak ionisasi ini mencapai puluhan kilometer. Jejak terionisasi ini hanya bertahan selama kurang dari 1 detik hingga beberapa menit. Terjadinya di ketinggian 85-105 km.

Jejak ini mampu memantulkan gelombang radio dari pemancar yang terletak di atas permukaan tanah. Proses pemantulan ini sama dengan pemantulan pada cermin. Nah, pemantulan gelombang radio dari meteor inilah yang disebut meteor echos atau ping.

Proses pemantulan gelombang radio dari meteor - Livemeteors(dot)com)
Proses pemantulan gelombang radio dari meteor – Livemeteors(dot)com)

Diketahui, ada dua tipe utama jejak meteor. Dua tipe ini dibedakan berdasarkan kerapatan elektron bebasnya. Kedua tipe tersebut memancarkan sinyal yang berbeda pula.

Tipe pertama yaitu yang berkerapatan rendah. Biasanya diisi oleh meteor yang redup dan dapat didengar sebagi ping yang cepat dan tajam. Sedangkan untuk tipe yang lebih padat disebabkan oleh meteor yang lebih cerah. Sinyalnya lebih lambat kemudian memuncak dilansir dari laman Meteorwatch.org.

BACA JUGA: Hujan Meteor Leonid Capai Puncaknya Pekan Ini, Berikut 7 Faktanya

Sinyal radio berfrekuensi tinggi ini umumnya dapat melewati atmosfer Bumi tanpa gangguan apapun. Kalau mau mendengarkannya langsung bisa juga kok, tapi kamu harus menyetel radio ke stasiun yang frekuensinya jauh, di bawah 91.1 MHz.

Terkadang, meski kamu berhasil mendapatkan ping suara meteor kamu tidak dapat melihat lesatan meteor di langit. Sinyal radio ini bermanfaat untuk para astronom untuk penelitian. Sejauh ini sudah ada beberapa penelitian yang menggunakan radiometeor observing ini.

Gimana, kamu tertarik mendengarkannya juga?

 


Penulis: Almira Sifak
Editor: Almira Sifak