BALITODAY.NET – Google dikabarkan menghapus 22 aplikasi android yang ada di Play Store karena telah terjangkit malware. Aplikasi tersebut konon dapat menyebabkan baterai dan kuota internet ponsel lebih cepat habis.

Malware yag terdapat dalam puluhan aplikasi ini pertama kali dideteksi oleh perusahaan anti-virus Sophos. Aplikasi yang terinfeksi ini akan menampilkan iklan yang berkamlufase sebagai sebuah antarmuka aplikasi lain. Tampilan iklannya pun akan sangat sulit dideteksi karena memiliki ukuran 0 piksel. Dengan kata lain, iklan-iklan tersebut tidak akan tampak secara kasat mata di layar ponsel.[irp]

Pada dasarnya, aplikasi ini akan menempel pada peramban seluler seperti Google Chrome, Opera Mini dan peramban lainnya. Malware ini akan menyisipkan iklan melalui tab baru yang tak muncul di layar ponsel.

Menurut data Sophos yang dikutip dari Kompas.com, pada Kamis (13/12/2018), lebih dari 2 juta perangkat android di dunia terjangkit malware karena mengunduh aplikasi berbahaya tersebut. Namun, keberadaan virus ini dapat dilihat dari riwayat penggunakan kuota internet dan daya baterai.

Berikut ini, daftar aplikasi yang dihapus oleh Google dari Play Store:
  1. Sparkle FlashLight
  2. Snake Attack
  3. Math Solver
  4. ShapeSorter
  5. Tak A Trip
  6. Magnifeye
  7. Join Up
  8. Zombie Killer
  9. Space Rocket
  10. Neon Pong
  11. Just Flashlight
  12. Table Soccer
  13. Cliff Diver
  14. Box Stack
  15. Jelly Slice
  16. AK Blackjack
  17. Color Tiles
  18. Animal Match
  19. Roulette Mania
  20. HexaFall
  21. HexaBlocks
  22. PairZap[irp]

Meski telah dihapus dari toko aplikasi, para pengguna yang terlanjur memasang aplikasi tersebut harus melakukan pencopotan secara manual. Pasalnya, malware yang ada dalam aplikasi tersebut mungkin saja masih bekerja pada perangkat android tersebut.


Penulis : Kistin S
Editor : Kistin S