BALITODAY.NET – Ketika kita makan di warung, nggak jarang kita bakal dapet zonk, iya nggak Zens? Kadang kalau lagi ada promo kita pasti nyobain makanan itu. Sayangnya, kadang ada makanan yang rasanya nggak cocok sama lidah kita.

Nah, kalau makanan udah terlanjur dicicipi gimana dong? Mau lanjut tapi perut nggak bisa nerima dan mau kabur tapi takut nyinggung perasaan. Buat ngatasin itu, kamu bisa nyoba lima cara ini yang kami rangkum dari thread @iskrim di Kaskus (24/2/2019) nih Zens.

1. Pura-pura Lupa

Pria Adalah Pelupa Sejati
Ilustrasi @The Body Is Not an Apology

Sedari kecil mungkin kita sudah akrab dengan kata lupa ya. Nah, kata ini ternyata bisa kita aplikasikan dalam kasus ini.

“Aduh, saya lupa harus buru-buru, baru inget kalau di suruh beli obat!” kira-kira seperti itu kalimatnya Zens. Dengan cara ini, kemungkinan penjual akan berpikir bahwa membeli obat memang harus diprioritaskan daripada makan.

2. Terima Telepon Palsu

4 Nomor Telepon Setan Bisa Bikin Mati Tragis, Berani Coba?
Telepon setan terkutuk @Outbonders TV

Pasti kamu udah khatam banget pakai cara ini ya Zens. Yups, terima telpon kadang jadi cara yang sangat ampuh untuk menghindar dari sorotan mata pramusaji yang terus melihat ekspresi rasa makanan yang dibuatnya.

“Apa, emang kamu dimana sekarang, ya sudah saya kesana sekarang, ya!” ucapkanlah kalimat ini dengan sebegitu meyakinkan, dijamin pemilik warung bakal percaya.

3. Ada Janji

Ilustrasi janji (Istimewa)

Yups, memiliki janji adalah salah satu hal yang mutlak tidak dapat ditawar untuk diingkari. Dengan alasan ini, kamu pun bisa memanfaatkannya.

“Ya ampun, saya lupa harus segera ketemu sama si klien saya. Waduh sudah jam segini, pak berapa pak semuanya?” Kamu bisa melontarkan kalimat ini sambil mendekati sang penjual.

4. Pura-pura Kepedasan

ilustrasi suka makan pedas (istimewa)

Yakin deh, pasti ada seorang diantara ZensTODAY yang tidak kuat pedas kan? Nah, ini bisa jadi alasan buat kamu kabur dari warung tanpa menyakiti perasaan penjual.

“Udah pak, berapa?”. “Kok nggak dihabisin?” “Duh, sariawan pak, kepedesan saya tadi taruh sambel agak banyak, nggak kuat pedesnya!” itu salah satu contohnya.

5. Dibungkus
Ilustrasi nasi padang yang dibungkus (Istimewa)
Ilustrasi nasi padang yang dibungkus (Istimewa)

Kalau kamu orangnya tidak pandai berpura-pura, tetap ada caranya. Kamu bisa minta bungkus makanan kepada penjual dengan alasan misalnya sudah kenyang atau terbiasa makan sedikit.

Meskipun kamu menghindar dari makanan yang tidak enak, usahakan kamu melakukannya senatural mungkin ya. Kalau kamu terburu-buru dan jelas memperlihatkan kesan bahwa makanan tersebut tidak enak, ya sama saja bohong dong. (AL)