MALANGTODAY.NET – Buat ZensTODAY yang senantiasa dikaruniai kesehatan, ada baiknya waspada jika terdapat benjolan dalam tubuh. Hal itu karena bisa jadi adalah pertanda kanker yang menyerang jaringan ikat seperti otot, lemak, tulang rawan, dan pembuluh darah bernama sarkoma.

Sarkoma patut diwaspadai karena cukup mengerikan mengingat jenis kanker itu sama sekali tidak memiliki gejala berbahaya. ahli bedah ortopedi dari Parkway Hospitals, Dr. Leon Foo menjelaskan benjolan yang muncul karena jenis kanker ini tak menimbulkan rasa sakit sehingga kerap diabaikan oleh penderitanya.

Baca Juga: Nikmatnya Kerupuk Ternyata Tak Sepadan dengan Ancaman Kesehatan Anda!

“Ukurannya bisa bertambah, disertai perubahan warna pada kulit. Tekstur kulit juga bisa semakin gelap, ujar Foo dilansir dari Tempo.co, Kamis (1/11/2018).

Senada dengan Foo, konsultan senior onkologi medis, Richard Quek, menjelaskan bahwa perubahan ukuran yang semakin membesar dan bisa tumbuh di bagian tubuh mana saja.

“Benjolan berada di bawah kulit, bisa tumbuh semakin besar di bagian tubuh yang terkena seiring waktu. Benjolan bisa berada di bagian tubuh mana saja, di anggota gerak, otot, dada. Perkembangannya dalam hitungan bulan,” ujar Richard dilansir dari Dream.co.id.

Baca Juga: 2040, Angka Harapan Hidup di Indonesia Cuma Ranking 6 di ASEAN

Gejala Selain Benjolan

Tak hanya itu, sarkoma memiliki gejala yang berbeda-beda. Jenis kanker ini saja bisa memiliki 70 sub tipe dan bisa menyerang bebragai kelompok usia. Orang dewasa dan remaja adalah yang paling umum terserang kanker jenis ini.

“Kasus sarkoma banyak ditemui pada pasien dewasa muda dan remaja. Kelompok usia yang biasanya tidak kita asosiasikan dengan kanker,” tambahnya.

Baca Juga: Jarang Cuci Helm, Awas Penyakit Mengerikan Seboroik Mengintai!

Selain benjolan, gejala sarkoma yang umum ditemui adalah nyeri tulang, batuk, sesak napas, kembung, dan mudah merasa kenyang.

“Langkah pertama adalah menyadari kondisi tubuh sendiri. Kemudian tanyakan pada dokter umum apakah Anda perlu menemui dokter spesialis atau menjalani tes lebih lanjut, misalnya CT scan, MRI, jika gejala Anda tidak hilang setelah pengobatan rutin,” tandasnya.


Penulis: Raka Iskandar
Editor: Raka Iskandar